Harga Gula Anjlok Seiring Turunnya Harga Minyak Mentah

Harga gula turun lagi hari ini ke level terendah dalam 3 minggu. Minyak mentah yang jatuh -16% bikin harga etanol turun juga. Ini bisa buat pabrik gula di seluruh dunia memproduksi lebih banyak gula dan mengurangi etanol, sehingga pasokan gula bertambah.

Harga gula sudah tertekan sejak Selasa lalu, saat pemerintah India bilang tidak ada rencana larang ekspor gula tahun ini. Ini meredakan kekhawatiran mereka akan alihkan lebih banyak gula untuk etanol.

Tekanan juga datang dari laporan bahwa produksi gula India periode Oktober-Maret naik +9% dari tahun sebelumnya.

Produksi gula di Brazil juga lebih tinggi, yang bearish untuk harga. Pabrik gula di sana mengalihkan lebih banyak tebu untuk dibuat gula dibanding tahun lalu.

Sebelumnya, harga gula sempat naik ke level tertinggi beberapa bulan lalu karena harga minyak yang kuat. Minyak yang tinggi dorong harga etanol dan berpotensi mengalihkan produksi ke etanol, mengurangi output gula.

Penutupan Selat Hormuz juga beri sedikit dukungan pada harga, karena kurangi sekitar 6% perdagangan gula dunia dan batasi produksi gula rafinasi.

Bulan lalu, harga gula pernah jatuh ke level terendah dalam beberapa tahun karena kekhawatiran surplus gula global akan berlanjut. Beberapa analis memperkirakan surplus akan terus ada di tahun-tahun mendatang.

Organisasi Gula Internasional (ISO) memperkirakan surplus gula di 2025-26, didorong oleh peningkatan produksi di India, Thailand, dan Pakistan.

Asosiasi produsen gula India (ISMA) memproyeksikan produksi gula India naik 12%, tapi lebih rendah dari perkiraan awal. Mereka juga turunkan perkiraan penggunaan gula untuk etanol, yang mungkin izinkan India untuk tingkatkan ekspor.

Prospek ekspor gula India yang lebih tinggi ini turut tekan harga. Pemerintah India sudah setujui tambahan kuota ekspor gula untuk musim 2025/26.

MEMBACA  Amerika Serikat Izinkan Penjualan Minyak Iran yang Terjebak untuk Tekan Kenaikan Harga Bahan Bakar

USDA memproyeksikan produksi gula global akan naik ke rekor baru di 2025/26, begitu juga konsumsinya. Mereka juga prediksi produksi gula Brazil, India, dan Thailand akan meningkat.

Pada tanggal publikasi, penulis tidak memegang posisi di sekuritas mana pun yang disebut dalam artikel ini. Semua informasi hanya untuk tujuan informasional. Artikel ini awalnya terbit di Barchart.com.

Tinggalkan komentar