Kelompok bersenjata Lebanon merupakan sekutu Teheran namun tetap menjadi sasaran serangan Israel.
Iran telah membina apa yang disebutnya sebagai "poros perlawanan" selama beberapa dekade.
Pejabat Iran menggambarkan koalisi kelompok bersenjata ini bersatu dalam perlawanan terhadap Israel dan imperialisme Barat.
Pengecam Teheran menyatakan "poros" ini merupakan upaya untuk mengubah keseimbangan kekuasaan regional demi kepentingan Iran, dengan memberikan dana dan senjata kepada kelompok-kelompok tersebut.
Namun, aliansi ini tampaknya berada di landasan yang goyah.
Pasukan Israel memperluas invasi mereka di Lebanon selatan dan membombardir Beirut.
Mereka menyatakan Hezbollah, anggota "poros" tersebut, merupakan ancaman bagi keamanan nasional Israel.
Jadi, mungkinkah Hezbollah menjadi titik perdebatan dalam negosiasi gencatan senjata antara AS dan Iran?
Dan sejauh apa Iran bersedia mendukung sekutu-sekutunya?
Pemandu Acara: James Bays
Tamu:
Hassan Ahmadian – Profesor Madya di Universitas Teheran
Rob Geist Pinfold – Dosen Keamanan Internasional di King’s College London
Nadim Houry – Direktur Eksekutif Arab Reform Initiative
Diterbitkan pada 9 Apr 2026
Klik untuk berbagi di media sosial
Tambahkan Al Jazeera di Google