Pemerintah Rancang Strategi Perluasan Infrastruktur Digital

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah merancang strategi untuk memperluas infrastruktur digital hingga tahun 2029 dengan memajukan fiberisasi dan menerapkan prinsip akses terbuka.

“Prioritas pertama adalah fiberisasi. Ini penting karena jaringan serat optik adalah kunci untuk layanan berkelanjutan, baik broadband tetap maupun bergerak, khususnya untuk backhaul 5G,” ujar Direktur Percepatan Infrastruktur Digital Kominfo, Mulyadi, pada Kamis.

Cakupan serat optik per kecamatan diproyeksikan mencapai 90 persen pada 2029, meningkat dari 72,5 persen di tahun 2025.

Ekspansi ini diharapkan mendongkrak penetrasi broadband tetap dari 20,83 persen pada 2025 menjadi 50 persen di 2029.

Fiberisasi juga diharapkan dapat meningkatkan kecepatan broadband tetap hingga 100 Mbps pada 2029, dari 32,1 Mbps di 2025.

Strategi kedua berfokus pada penataan infrastruktur digital pasif dan aktif, termasuk jaringan utilitas terpadu (SJUT), tiang bersama, dan fasilitas pendukung lainnya.

Mulyadi menekankan peran Asosiasi Penyedia Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) dalam mengelola infrastruktur bersama untuk meningkatkan transparansi biaya dan menciptakan persaingan industri yang lebih sehat.

Pemerintah juga berupaya menyelaraskan peraturan daerah agar pembangunan infrastruktur lokal sejalan dengan target nasional.

Selain itu, Kemenkominfo mendorong prinsip akses terbuka, yang diharapkan dapat memperluas akses konektivitas.

Akses terbuka merujuk pada sistem yang memisahkan infrastruktur jaringan fisik dari penyedia layanan, memungkinkan lebih banyak penyedia menggunakan infrastruktur yang sama untuk memperluas layanan.

“Dengan mendorong akses yang adil, transparan, dan tidak diskriminatif terhadap infrastruktur pasif, kita dapat mengurangi biaya dan meningkatkan kompetisi,” kata Mulyadi.

Berita terkait: RI luncurkan internet nirkabel terjangkau untuk perluas akses digital

Berita terkait: Kemenkominfo bangun jaringan serat optik Palapa Ring sepanjang 12.100 km

MEMBACA  Pemerintah Percepat Penciptaan Lapangan Kerja dengan Dorongan Lintas Sektor

Penerjemah: Livia Kristianti, Yashinta Difa
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar