Tinggalkan Dunia Panggung, Alasan Pinkan Mambo Beralih Berjualan daripada Lanjut Berkarier di Musik

Kamis, 9 April 2026 – 01:02 WIB

Jakarta, VIVA – Keputusan Pinkan Mambo untuk berhenti aktif di dunia tarik suara ternyata punya alasan yang kuat. Mantan penyanyi populer itu sekarang lebih memilih fokus pada usaha dagang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari.


Terungkap! Ivan Gunawan Diam-Diam Bantu Pinkan Mambo, Beri Uang Susu Anak hingga Rp15 Juta

Pilihan ini bukan karena dia tidak suka musik lagi, tapi karena pengalaman hidup yang penuh kesulitan ekonomi. Pinkan mengaku, kebiasaan hidup susah selama bertahun-tahun membuatnya selalu mengejar penghasilan yang bisa langsung dipakai. Scroll ke bawah untuk baca artikel lengkapnya.

Dalam sebuah percakapan, Pinkan bingung menjelaskan secara singkat kenapa dia lebih fokus berdagang daripada nyanyi. Pengalaman masa lalunya sangat memengaruhi cara dia melihat pekerjaan dan uang.


TERPOPULER: Ammar Zoni Salahkan Irish Bella saat Sidang di Pegadilan, Asila Maisa Klarifikasi soal Tudingan Jadi Pelakor

“Aku bingung juga jawabnya, aku udah kebiasaan susah dari 12 tahun lalu jadi ketika waktu aku susah itu hanya terfokus cari uang buat hari ini kayak susu anak gitu,” kata Pinkan di YouTube C8 Podcast, Rabu (8/4/2026).

Dia jelaskan bahwa bertahun-tahun menghadapi ekonomi tidak stabil membuatnya terbiasa mikirin kebutuhan harian, terutama untuk anak-anak. Ini yang bikin dia pilih pekerjaan yang hasilnya cepat daripada nunggu peluang di hiburan.


Tembus Rp20 Juta dalam 3 Jam! Segini Pendapatan Pinkan Mambo Ngamen di Pinggir Jalan

Beberapa tahun lalu, kondisi ekonominya sempat membaik setelah dia kembangkan usaha sendiri. Pinkan jualan barang preloved dan juga usaha katering yang hasilnya cukup menjanjikan.

“Nah tapi 6 tahun lalu itu aku udah bisa dibilang sukses sedikit dengan jualan preloved aku terus catering aku tapi aku malah tetep fokus pada uang hari ini karena kebiasaan 6 tahun yang sebelumnya ngurusin hari ini tuh kurang uang susu anak,” jelasnya.

MEMBACA  Apa yang harus ditonton saat kampanye 2024 beralih ke negara bagian pertama yang besar

Menurut Pinkan, kebiasaan ngejar penghasilan harian muncul karena tekanan kebutuhan di masa lalu. Waktu itu, dia harus pastikan kebutuhan dasar keluarganya terpenuhi tiap hari, jadi kebiasaan itu terbawa sampai sekarang.

“Jadi, karena keseringan begitu sampe-sampe aku tuh kayak kebiasaan ngejar uang hari ini… yang hari ini bisa dilakukan yang bisa cair gitu,” tandasnya.

Halaman Selanjutnya

Keputusan berjualan juga dianggapnya lebih realistis dibanding nunggu jadwal manggung atau proyek hiburan yang tidak tentu. Dengan dagang, dia merasa punya kendali lebih besar atas penghasilannya.

Tinggalkan komentar