Jakarta (ANTARA) – Program transmigrasi Indonesia sedang diselaraskan dengan agenda Asta Cita delapan poin dari Presiden Prabowo Subianto. Fokusnya pada pembangunan daerah, pengurangan kemiskinan, dan ketahanan nasional, ujar seorang wakil menteri pada Rabu.
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyatakan kementeriannya menerjemahkan kebijakan itu menjadi program pemberdayaan masyarakat. Tujuannya peningkatan pelayanan publik, pendidikan, dan layanan kesehatan.
“Kami mengimplementasikan ini lewat inisiatif yang langsung memperbaiki standar hidup di wilayah transmigrasi,” katanya di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Berdasarkan siaran pers yang diterima di Jakarta, kementerian juga menjalankan proyek infrastruktur. Ini termasuk renovasi sekolah, pembukaan lahan, dukungan irigasi untuk petani, dan pembangunan tanggul di zona transmigrasi.
Mauladi mengatakan pemerintah wajib menjamin kesejahteraan yang setara bagi transmigran maupun warga setempat. Hal ini sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009 tentang Transmigrasi.
Dia mencatat, kementerian telah diperkuat sebagai lembaga mandiri dengan empat mandat utama. Salah satunya memindahkan penduduk dari daerah padat ke wilayah yang lebih sepi penduduk.
Berita terkait: Kementerian mengalokasikan Rp35 miliar untuk transmigrasi Maluku Utara
Dengan pendekatan ini, transmigran diharapkan berkontribusi pada ketahanan daerah sekaligus mendorong integrasi sosial.
“Program ini dirancang untuk memperkuat persatuan nasional dengan menumbuhkan nilai-nilai bersama dan kohesi,” ujarnya.
Sebagai bagian mandat kedua, kementerian bertugas menggunakan transmigrasi untuk mengurangi kemiskinan. Caranya dengan menyediakan akses lahan dan peluang ekonomi bagi peserta.
Mauladi menyebut program ini juga diharapkan mendukung upaya swasembada pangan pemerintah. Sebab, banyak area transmigrasi terletak di wilayah pertanian kunci.
Kawasan-kawasan ini dinilai strategis untuk meningkatkan produksi pangan dalam negeri dan memperkuat rantai pasok.
Kementerian juga berupaya meningkatkan produktivitas di zona-zona tersebut melalui infrastruktur dan layanan pendukung yang lebih baik.
Akhirnya, program ini dimaksudkan untuk mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di seluruh Indonesia.
Para pejabat mengatakan pengembangan daerah-daerah ini bisa membantu mengurangi kesenjangan antardaerah dan meringankan tekanan di pusat kota yang terlalu padat.
Pemerintah berencana terus menyempurnakan program agar memberikan manfaat sosial dan ekonomi jangka panjang.
Mauladi menyatakan koordinasi dengan pemerintah daerah dan komunitas akan kunci untuk mencapai tujuan-tujuan ini.
Kementerian juga diharapkan memantau hasil secara ketat agar program tetap efektif dan inklusif.
Berita terkait: Pemuda Indonesia diajak berperan strategis dalam transmigrasi
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026