Rabu, 8 April 2026 – 14:22 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, menyatakan biaya haji tahun 2026 berpotensi naik akibat perang yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Hal tersebut disampaikan Gus Irfan dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 8 April 2026.
Gus Irfan menjelaskan, potensi kenaikan biaya haji bisa mencapai lebih dari 50 persen atau sekitar Rp50,8 juta per jemaah dalam skenario perubahan rute penerbangan.
Sementara itu, jika tidak ada perubahan rute, kenaikannya sekitar 39,85 persen atau senilai Rp46,9 juta per jemaah. "Dalam skenario tanpa perubahan rute, biaya rata-rata per jemaah naik menjadi sekitar Rp46,9 juta atau meningkat 39,85 persen. Sementara pada skenario perubahan rute, biaya meningkat lebih tinggi menjadi sekitar Rp50,8 juta atau naik hingga 51,48 persen," ujar Gus Irfan.
Gus Irfan menerangkan, kenaikan biaya haji itu dipengaruhi oleh naiknya harga avtur akibat perang antara AS-Israel dan Iran.
Dia mengatakan, Garuda Indonesia juga melaporkan potensi penambahan waktu perjalanan sekitar 4 jam serta penambahan konsumsi avtur sekitar 12 ribu ton. Maskapai Garuda melalui surat nomor Garuda/JAKARTA/DZ/20181-26 mengusulkan tambahan Rp7,9 juta per jemaah pada harga avtur 116 US cent per liter.
Sedangkan Saudi Airline melalui surat nomor 11732247/11501 April 2026 mengusulkan tambahan sebesar 480 US dollar per jemaah pada harga avtur 137,4 US cent per liter.
"Kondisi ini menegaskan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini berada dalam tekanan faktor global yang semakin kompleks. Oleh karena itu, diperlukan penguatan efisiensi, koordinasi, dan mitigasi untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan haji," pungkas Gus Irfan.
Artikel Rekomendasi:
- Selat Hormuz Dibuka, Iran Tegaskan Militer Tetap Kuasai Jalur Tersebut
- Netanyahu Tegaskan Gencatan Senjata Tak Berlaku untuk Lebanon!
- Anggota DPR AS Desak Gulingkan Trump Lewat Amandemen ke-25, Mungkinkah Terjadi?
Berita Lainnya:
Iran Tegaskan Negosiasi dengan AS Jumat Ini Tidak Sama dengan Berakhirnya Perang
Iran dan AS akan melakukan perundingan pada Jumat pekan ini. Menyusul perundingan itu, Iran menegaskan bahwa hal ini tidak serta-merta menandakan perang berakhir.
VIVA.co.id | 8 April 2026