Harga Minyak Tembus US$100 Tekan Pertumbuhan 0,1 Persen: Bappenas

Jakarta (ANTARA) – Indonesia diperkirakan akan mengalami perlambatan ekonomi sebesar 0,1 persen jika harga minyak global bertahan di angka US$100 per barel hingga Juni, menurut proyeksi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Harga minyak mentah Brent, acuan global, serta AS West Texas Intermediate (WTI) saat ini berada di atas US$100 per barel—lebih tinggi dari rata-rata harga minyak pada Januari lalu, ketika Brent berada di angka US$64 per barel.

Direktur Perencanaan Makroekonomi Bappenas, Ibnu Yahya, pada Selasa (11/3) menjelaskan bahwa dampak kenaikan harga energi terhadap ekonomi nasional sekarang jauh lebih terbatas dibandingkan periode krisis sebelumnya.

Menurutnya, Indonesia saat ini lebih adaptif dan fleksibel dalam merespon guncangan global. Ketahanan ini disebut merupakan hasil dari penguatan fundamental ekonomi yang bertahap dan berkelanjutan sejak krisis 1998.

Sebagai perbandingan, saat krisis keuangan global 2008, ketika ekonomi dunia berada dibawah tekanan, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya turun relatif sedikit dari 6,1 persen menjadi sekitar 4,9 persen.

Indonesia juga mampu mempertahankan ketahanan yang baik selama lonjakan harga energi dan ketegangan geopolitik global di tahun 2022, dengan ekonomi domestik tetap tangguh dan tumbuh di atas 5 persen.

Namun, pemerintah mengakui bahwa penguatan ekonomi nasional masih menghadapi sejumlah tantangan, khususnya di sektor riil, kebijakan fiskal, kredit perbankan, dan investasi langsung asing (PMA).

Untuk mengatasi tantangan ini, fokus pemerintah termasuk upaya industrialisasi dan transformasi tenaga kerja dari sektor informal ke formal untuk memperkuat kelas menengah.

“Semua pekerjaan ini tidak dapat diselesaikan dalam tahun ini. Harus dilaksanakan dalam proyek-proyek jangka menengah hingga panjang,” catat Yahya.

Berita terkait: Anggota DPR desak tinjau ulang harga BBM saat minyak tembus US$140

MEMBACA  Pertumbuhan Kemasan Berkelanjutan di Jepang

Berita terkait: Indonesia pertimbangkan aturan WFH untuk kurangi pemakaian BBM saat harga minyak melonjak

Berita terkait: Indonesia jamin pasokan energi di tengah gejolak Selat Hormuz

Penerjemah: Imamatul Silfia, Yashinta Difa
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar