Turnamen Domino Jatim PB Orado Diyakini Perkuat Jalur Prestasi

Senin, 6 April 2026 – 21:05 WIB

VIVA – Kejuaraan Provinsi Orado Jawa Timur 2026 bukan cuma turnamen biasa. Acara yang diadakan di Surabaya pada tanggal 4–5 April itu menjadi sinyal kuat kalau domino sekarang naik kelas—lebih serius, makin kompetitif, dan semakin terarah sebagai olahraga prestasi.

PB Orado juga tidak ragu untuk kasih apresiasi tinggi. Keberhasilan penyelenggaraan Kejurprov ini dilihat sebagai bukti nyata transformasi domino dari sekedar permainan jadi olahraga strategi berbasis kecerdasan.

Ketua Umum PB Orado, Yooky Tjahrial, menekankan bahwa Kejurprov punya peran penting dalam sistem pembinaan atlet nasional yang saat ini terus diperkuat.

“Kami sangat menghargai Kejurprov Orado Jawa Timur yang berjalan sukses dan kompetitif. Ini menunjukkan bahwa domino bukan cuma permainan, tapi olahraga strategi yang membentuk kecerdasan dan sportivitas,” ujar Yooky dalam keterangannya, Senin, 6 April 2026.

Turnamen ini memang serius. Diikuti perwakilan dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, kompetisi berjalan ketat dan menunjukkan kesiapan daerah dalam membangun ekosistem domino yang profesional.

Lebih dari itu, Kejurprov ini juga jadi pintu masuk menuju level berikutnya. Para atlet terbaik akan diseleksi untuk tampil di Kejuaraan Nasional Orado 2026 yang rencananya diadakan di Megamendung, Bogor, pada 24–26 April.

Dari sisi lain, Ketua Bidang Humas PB Orado, Henry Kurnia Adhi, melihat hal yang lebih besar dari sekedar hasil pertandingan. Dia menilai domino sekarang berhasil jadi tempat pertemuan lintas generasi.

“Semangat kompetisi yang kita lihat di Jawa Timur membuktikan bahwa domino bisa menyatukan generasi dalam satu wadah prestasi. Ini bukan cuma tentang menang atau kalah, tetapi tentang membangun karakter, strategi, dan kecerdasan,” kata Henry.

MEMBACA  Indonesia Desak ASEAN Perkuat Kerja Sama Keamanan Siber demi Stabilitas

PB Orado sendiri terus mendorong sistem kompetisi berjenjang—dari daerah sampai nasional—sebagai dasar utama untuk mencetak atlet berkualitas.

Dengan suksesnya Kejurprov ini, optimisme pun tumbuh. Kualitas atlet domino Indonesia dipercaya akan terus berkembang dan siap tampil maksimal di panggung nasional.

Sebagai catatan, Kejurprov Orado Jawa Timur 2026 diikuti 64 tim terbaik hasil seleksi tingkat kabupaten/kota, dengan kategori senior dan junior, serta atmosfer persaingan yang berlangsung ketat dari awal sampai akhir.

Halaman Selanjutnya

Kini, Jawa Timur tidak hanya sukses sebagai tuan rumah—tetapi juga menjadi patokan baru untuk bagaimana kompetisi domino diadakan secara profesional, terstruktur, dan berorientasi prestasi.

Tinggalkan komentar