TANGERANG (ANTARA) – Operator bandar udara milik negara, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) di Tangerang, Banten, membelokkan beberapa penerbangan pada hari Senin karena cuaca ekstrem, khususnya pada fase pendaratan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Asisten Deputi Komunikasi dan Hukum PT Angkasa Pura Indonesia untuk Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, menginformasikan pembelokan ini akibat hujan deras dan potensi wind shear, atau perubahan arah angin yang dapat menganggu operasi penerbangan.
"Kondisi ini berdampak pada pergerakan penerbangan, terutama saat fase pendaratan di Bandara Soekarno-Hatta," ujarnya.
Berdasarkan data dari Airport Operation Control Center (AOCC), 12 penerbangan dialihkan ke bandara lain, 14 penerbangan melakukan prosedur holding, 13 penerbangan melakukan go around, dan satu penerbangan kembali ke apron (RTA).
"Keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional," tegas Yudistiawan.
Dia menyampaikan bahwa otoritas Bandara Soekarno-Hatta saat ini berkoordinasi secara intensif dengan AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, dan semua pemangku kepentingan terkait untuk memastikan operasi penerbangan tetap berjalan aman, tertib, dan terkendali di tengah kondisi cuaca yang tidak mendukung.
Selain itu, dampak cuaca ekstrim juga merusak beberapa fasilitas, khususnya atap di area Boarding Lounge Gate 7 Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
Yudistiawan mencatat bahwa gangguan pada satu bagian atap tersebut berlangsung sekitar lima menit dan cepat ditangani. Dia mengatakan petugas bandara merespons dengan cepat, mengambil langkah segera untuk membersihkan dan mengamankan area yang terdampak agar tidak mempengaruhi pelayanan penerbangan.
Dia kemudian memastikan bahwa semua fasilitas airside, seperti landasan pacu, taxiway, dan apron, dalam kondisi baik dan tetap beroperasi penuh, tanpa genangan air yang mengganggu pergerakan pesawat.
"Area tersebut sudah bersih dan situasi telah kembali normal, dengan operasional bandara berjalan lancar," tambahnya.
Dia lebih lanjut mencatat bahwa semua fasilitas terus dipantau, dan setiap potensi gangguan akan memicu penjagaan area sekitarnya untuk meminimalisir dampak.
Berita terkait: Bandara Soekarno-Hatta menyesuaikan jadwal 39 penerbangan Timur Tengah
Berita terkait: Angin silang kuat hampir sebabkan insiden Batik Air di landasan
Berita terkait: Bali dan Singapura termasuk rute favorit mudik Lebaran 2025
Penerjemah: Azmi Syamsul M, Resinta Sulistiyandari
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026