Indonesia-Korea Selatan Perkuat Kemitraan Migas, Fokus Eksplorasi Sumber Daya Laut Dalam

loading…

Kerja sama bilateral Indonesia dan Korea Selatan capai kesepakatan di bidang jasa instalasi perairan awal April 2026 ini. Foto/Dok

JAKARTA – Kerja sama bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan telah mencapai kesepakatan dalam industri jasa instalasi di perairan pada awal April 2026. Kerjasama ini diharapkan dapat memperluas eksplorasi rantai pasokan minyak dan gas untuk kedua negara.

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menekankan, bahwa kesepakatan ini juga membuka peluang yang besar bagi pelaku usaha energi dalam negeri, seperti Pertamina Group dan perusahaan swasta lainnya, untuk berperan aktif dalam pelaksanaan MoU ini.

Baca Juga: Kejar Target Produksi 1 Juta Barel, Investor Diajak Garap 108 Cekungan Migas

“Rencananya, anjungan lepas pantai yang sudah tidak operasional nanti akan dimanfaatkan kembali untuk jadi lokasi LNG Receiving Terminal dan juga tempat Carbon Capture and Storage. Peluang ini terbuka untuk semua pelaku industri energi nasional,” jelas Airlangga dalam pernyataan resminya yang dikutip Minggu (5/4/2026).

MoU ini berlaku untuk waktu lima tahun sejak ditandatangani dan bisa diperpanjang lagi berdasarkan kesepakatan bersama. Walaupun kesepakatan ini tidak menciptakan kewajiban hukum yang mengikat secara internasional, dokumen ini jadi landasan penting untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Korea di sektor energi, khususnya minyak dan gas bumi.

“Kerja sama ini menunjukkan komitmen kedua negara dalam mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain strategis di industri energi global,” ujar Airlangga.

Baca Juga: Investasi Minim, Kebijakan Migas Belum Menarik bagi Investor

Ruang lingkup kerjasama dalam MoU ini mencakup pengembangan teknologi di industri jasa instalasi perairan, proses pembongkaran (Decommissioning) anjungan lepas pantai yang tidak beroperasi lagi, serta upaya pemanfaatan kembali (reutilization) anjungan-anjungan tersebut setelah masa operasi migas selesai.

MEMBACA  Indonesia dan Inggris Luncurkan Laporan Dialog Panduan Kebijakan AI

Tinggalkan komentar