Fokus Papua pada Swasembada Beras untuk Kesejahteraan Petani

Jayapura, Papua (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Papua, melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Pangan, terus mendorong program swasembada beras guna meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) dan kesejahteraan petani secara menyeluruh.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Pangan Papua, Lunanka V.M.L. Daimboa, menyatakan pada hari Minggu bahwa upaya untuk memperbaiki NTP dilakukan melalui berbagai program. Utamanya dengan memperluas area tanam padi dan meningkatkan produksi pertanian.

"Program pembuatan sawah oleh pemerintah tidak hanya fokus pada pembukaan lahan baru, tetapi juga disertai inisiatif lain seperti optimalisasi lahan dan pengembangan padi gogo untuk mendukung pertumbuhan produksi," ujarnya.

Menurut Daimboa, peningkatan produksi secara alami akan mengarah pada NTP yang lebih tinggi.

Dia menegaskan bahwa Kementerian Pertanian saat ini berfokus pada swasembada pangan, khususnya beras. Tujuannya adalah untuk memastikan kemajuan yang seimbang di semua daerah, termasuk Papua.

"Kami mendorong para petani untuk mempertahankan kualitas dan kuantitas hasil mereka serta memanfaatkan berbagai program bantuan yang ada. Hal ini untuk meningkatkan hasil pertanian dan penghidupan mereka secara berkelanjutan," tambahnya.

Sementara itu, Adriana Helena Carolina, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua, menjelaskan bahwa NTP merupakan indikator penting bagi daya beli petani.

"Indikator ini merefleksikan nilai tukar hasil pertanian terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi, serta biaya produksi," jelasnya.

Menurut Carolina, NTP Papua naik menjadi 103,30 pada Maret 2026.

"Kenaikan ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani naik sebesar 0,40 persen. Angka ini lebih baik dibanding kenaikan indeks harga yang dibayar petani, yaitu sebesar 0,16 persen," rincinya.

Lebih lanjut dia menyebutkan, empat subsektor mencatat kenaikan NTP. Subsektor peternakan mengalami pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 0,60 persen.

MEMBACA  Serangan Gabungan AS-Israel Hantam Dua Dermaga di Selat Hormuz

Berita terkait:

  • Prabowo perintahkan pembangunan lumbung pangan tingkat desa untuk tingkatkan ketahanan pangan
  • Indonesia targetkan swasembada pangan di Papua dalam waktu tiga tahun
  • Indonesia rencanakan pembukaan lahan 100.000 ha untuk program beras Papua

    Penerjemah: Qadri Pratiwi, Raka Adji
    Editor: Azis Kurmala
    Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar