Makassar, Sulawesi Selatan (ANTARA) – Menteri Lingkungan Hanif Faisol Nurofiq mengakui tantangan dalam menangani sampah laut dan pulau, menyoroti luasnya wilayah laut Indonesia dan tingginya biaya pengelolaan.
“Begitu sampah sampai di laut, penanganannya jadi mahal dan rumit. Sampah ini tidak bisa diolah di insinerator karena kandungan garamnya, yang bisa menghasilkan dioksin dan furan jika dibakar,” ujarnya di sini pada Minggu.
Nurofiq mencatat bahwa sampah laut sebagian besar berasal dari darat akibat pengelolaan sampah di daratan yang belum memadai.
Secara nasional, hanya sekitar 25 persen sampah yang saat ini terolah, sementara sekitar 60 persen berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Sisanya, sekitar 40 persen tidak terkelola, dan banyak yang akhirnya mengalir ke laut.
“Presiden telah menginstruksikan agar persoalan sampah berbasis darat diselesaikan pada 2029. Saat ini, baru 25 persen sampah nasional yang terolah, artinya kita masih harus menangani sisa 75 persen dalam tiga tahun ke depan. Oleh karena itu, kita akan prioritaskan penanganan sampah di darat sebelum mengatasi sampah laut,” jelasnya.
Nurofiq juga mengakui bahwa sampah laut dan pulau masih menjadi persoalan yang belum tuntas bagi kementeriannya, namun menekankan bahwa ini adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan daerah.
“Sampah laut tidak bisa dibebankan hanya pada gubernur atau wali kota. Kami akan ambil langkah penanganan yang paling krusial, contohnya di Bali,” ucapnya.
Ia menambahkan, upaya telah dilakukan di Bali, di mana sampah laut menumpuk akibat arus laut.
Dari September hingga Februari, operasi terkoordinasi yang melibatkan TNI dan Polri dilakukan untuk mengelola sampah tersebut.
Dalam mengatasi sampah laut, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup juga menyiapkan dan menyempurnakan langkah-langkah strategis.
“Kami sudah punya tim nasional penanganan sampah laut. Namun, mengingat luasnya laut kita, dukungan kuat dari para gubernur sangat penting,” pungkasnya.
Berita terkait: Prabowo perintahkan percepatan proyek ubah sampah jadi energi
Berita terkait: Indonesia targetkan tingkat kelola sampah nasional 53 persen di 2026
Penerjemah: Wardyah, Kenzu
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026