Jumat, 3 April 2026 – 22:52 WIB
Demak – Bencana banjir melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah pada hari Jumat, 3 April 2026. Akibat musibah ini, sebanyak 583 orang mengungsi ke beberapa posko dan satu warga dilaporkan hilang.
Secara kronologis, peristiwa ini disebabkan oleh hujan yang sangat lebat di daerah hulu. Hal ini membuat debit air meningkat dan menyebabkan tanggul di Dukuh Solowere dan Dukuh Selodoko jebol. Akibatnya, air luap dan merendam pemukiman warga.
Berdasarkan kajian cepat Tim BPBD Demak, wilayah yang terdampak mencakup empat kecamatan dengan total delapan desa. Rinciannya adalah:
- Di Kecamatan Guntur: Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turirejo, dan Sumberejo.
- Di Kecamatan Karangtengah: Desa Ploso.
- Di Kecamatan Wonosalam: Desa Lempuyang.
- Di Kecamatan Kebonagung: Desa Solowire dan Sarimulyo.
Data sementara mencatat 1.070 kepala keluarga atau 4.280 jiwa terdampak. Sebanyak 583 warga mengungsi di beberapa titik, seperti Masjid Babu Rohim dan Mushola di Dukuh Solondoko, Masjid Rodhotul Janah dan Mushola di Dukuh Solowere, Balai Desa Telogorejo, Koperasi Merah Putih Desa Bumiharjo, serta Kantor Kecamatan Guntur. Di antara pengungsi, ada beberapa yang membutuhkan perawatan kesehatan.
Selain berdampak pada pengungsian, banjir juga merusak 1.230 unit rumah, dengan empat rumah mengalami kerusakan berat. Sebanyak 10 fasilitas pendidikan dan 15 tempat ibadah juga terdampak. Sekitar 194 hektare lahan sawah turut terendam.
"BPBD Kabupaten Demak bersama unsur terkait telah melakukan berbagai upaya penanganan darurat," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 4 April 2026.
Upaya tersebut meliputi assesmen cepat di lokasi, evakuasi warga, koordinasi lintas sektor, penyiapan lokasi pengungsian, serta pemberian layanan kesehatan. Selain itu, dilakukan juga distribusi karung untuk penguatan tanggul sementara, pencarian warga yang hilang, dan pendirian posko lapangan. Pemerintah daerah sedang memproses penetapan status tanggap darurat.
Halaman Selanjutnya
Hingga laporan ini dibuat, kondisi air masih terpantau tinggi dan proses evakuasi, terutama di Desa Trimulyo, masih berlangsung. Pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, seperti makanan dan layanan kesehatan, terus diberikan di posko-posko pengungsian.