Volume Transaksi ICDX Melonjak pada Kuartal I 2026

Kamis, 2 April 2026 – 21:52 WIB

Jakarta, VIVA – Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (ICDX atau BKDI) merilis data perdagangan untuk kuartal pertama tahun 2026. Data ini mencakup transaksi Multilateral dan Sistem Perdagangan Alternatif.

Secara total Notional Value, pada kuartal I tercatat sebesar Rp12.477 triliun. Angka ini tumbuh 96 persen dibanding periode sama tahun lalu yang hanya Rp6.360 triliun.

Sementara itu, dari sisi volume transaksi, periode Januari-Maret 2026 mencatat total 2.610.010 lot. Ini meningkat 19 persen dibanding tahun lalu yang sebesar 2.435.491 lot.

Pada transaksi Multilateral di kuartal I 2026, volume tumbuh 13 persen menjadi 460.402 lot dari 408.076 lot di kuartal I 2025. Notional Value-nya mencapai Rp110,5 triliun, naik signifikan 233 persen dari Rp33,1 triliun.

Untuk transaksi Sistem Perdagangan Alternatif, volume bertambah 6 persen dari 2.027.415 lot (2025) menjadi 2.149.608 lot (2026). Notional Value-nya tercatat Rp12.366 triliun, tumbuh 95 persen dari Rp6.327 triliun.

Sepanjang tahun 2025, total volume di ICDX mencapai 10.334.487 lot dengan Notional Value Rp31.999 triliun. Dari jumlah tersebut, transaksi Multilateral menyumbang 2.350.664 lot (Rp427,5 triliun), sedangkan Sistem Perdagangan Alternatif sebanyak 7.983.823 lot (Rp31.572 triliun).

Direktur ICDX, Nursalam, menyatakan pihaknya akan terus tingkatkan layanan kepada semua pemangku kepentingan. Tujuannya untuk meningkatkan kinerja industri perdagangan berjangka komoditi di Indonesia.

Melihat catatan kuartal I 2026, ia memproyeksikan tren pertumbuhan akan berlanjut hingga akhir tahun. Nursalam optimistis transaksi akan tumbuh sekitar 20 persen pada akhir 2026 dibanding tahun sebelumnya.

Halaman Selanjutnya

"Kami terus mendorong pertumbuhan transaksi Multilateral, yang merupakan solusi bagi pelaku usaha untuk lindung nilai atas komoditas. Untuk transaksi Multilateral, saat ini ada 3 komoditas dasar kontrak berjangka, yaitu Emas, Mata Uang, dan Minyak Mentah," jelas Nursalam di Jakarta, Kamis (2/4).

MEMBACA  Walmart Mengatakan Inflasi Lebih Sulit Dikendalikan Daripada Yang Diharapkan di Kuartal Terbaru

Tinggalkan komentar