Denpasar (ANTARA) – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, melepas lebih dari 1.000 warga Bali yang akan bekerja ke Bulgaria pada Kamis.
“Bulgaria merupakan salah satu negara yang kita tetapkan sebagai tujuan penempatan pekerja migran setelah melalui asesmen. Hari ini, kita melepas 1.000 calon pekerja migran yang akan mengikuti orientasi pra-keberangkatan,” ujarnya di Kota Denpasar, Bali.
Mukhtarudin menjelaskan, Kementerian P2MI menetapkan Bulgaria sebagai tujuan yang sesuai berdasarkan sistem perlindungan kerja dan jaminan sosial yang relatif kuat, upah yang kompetitif, serta kondisi keamanan yang stabil.
Dia menambahkan, calon pekerja migran asal Bali—yang dijadwalkan berangkat bertahap mulai 9 April—telah menjalani pelatihan di bidang perhotelan selama enam hingga dua belas bulan untuk memenuhi standar profesional di negara Eropa Timur tersebut.
Menteri menekankan bahwa Indonesia fokus mengirimkan pekerja migran ke sektor formal, sembari mempertahankan moratorium penempatan pekerja rumah tangga ke luar negeri.
“Kami akan terus meningkatkan penempatan pekerja migran yang terampil dan kompeten untuk meraih peluang luas di pasar kerja global,” tegas Mukhtarudin.
Dalam arahan kepada para pekerja, dia mendorong mereka untuk membangun jaringan dengan komunitas lokal di Bulgaria guna membuka peluang usaha saat kembali ke Indonesia.
“Saya ingin Bapak/Ibu bekerja dengan baik sambil menjunjung tanggung jawab, aturan, disiplin, dan integritas,” ucap sang menteri, menyoroti pentingnya beraktivitas positif untuk pengembangan diri.
Lebih lanjut, dia menasihati para pekerja untuk melaporkan masalah ketenagakerjaan melalui saluran resmi daripada media sosial, dengan meyakinkan bahwa pemerintah “siap menangani laporan”.
Mukhtarudin mengulang komitmen pemerintah dalam memastikan perlindungan komprehensif bagi pekerja migran di sepanjang proses, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan.
“Tidak perlu khawatir; kalian bisa fokus pada pekerjaan karena negara akan selalu hadir untuk kalian di mana pun bekerja,” katanya kepada hadirin.
Selain itu, dia menyebutkan Indonesia menargetkan penempatan 5.000 pekerja ke Bulgaria hingga tahun 2027, sambil terus menjajaki negara-negara tujuan tambahan.
Berita terkait: Pemerintah tawarkan konseling bagi pekerja migran yang trauma di Timur Tengah
Berita terkait: Indonesia siapkan layanan mudik Idul Fitri untuk pekerja migran
Berita terkait: Indonesia nyatakan pekerja migran di Timur Tengah aman di tengah ketegangan
*Penerjemah: Ni Putu, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026*