IHSG Dibuka di Zona Negatif, Proyeksi Mengikuti Penguatan Bursa Asia dan Wall Street

Kamis, 2 April 2026 – 09:03 WIB

Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 31 poin atau 0,44 persen ke level 7.153 pada awal perdagangan hari ini.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memprediksi IHSG berpotensi untuk menguat pada sesi perdagangan hari ini. "IHSG berpotensi melanjutkan penguatan hari ini," ujar Fanny dalam riset hariannya.

Dia menyebutkan, pasar saham kawasan Asia-Pasifik menguat pada perdagangan Rabu kemarin. Penguatan ini didorong oleh optimisme meredanya ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Sementara itu, nilai tukar dolar AS melemah seiring dengan berkurangnya permintaan terhadap aset-aset yang dianggap aman (safe-haven).

Di Korea Selatan, indeks Kospi tercatat melonjak hingga 8,4 persen, sedangkan indeks Nikkei 225 di Jepang naik 5,2 persen. Sentimen positif ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran berpotensi berakhir dalam dua hingga tiga minggu, tanpa perlu menunggu kesepakatan formal terlebih dahulu.

Penguatan signifikan di Korea Selatan juga didukung oleh data ekonomi yang melampaui ekspektasi pasar. Ekspor mereka tercatat tumbuh 48,3 persen pada Maret 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Aktivitas sektor manufaktur juga menunjukkan ekspansi tercepat dalam lebih dari empat tahun, didorong oleh permintaan produk semikonduktor dan peluncuran produk-produk baru.

"Titik support atau support IHSG berada di level 7.025 hingga 7.130. Sementara itu, level resistensi atau resistance diperkirakan di rentang 7.200 sampai 7.300," jelas Fanny.

Sebagai informasi, bursa saham Wall Street di AS juga kompak menguat pada hari Rabu. Indeks Dow Jones naik 0,48 persen, S&P 500 menguat 0,72 persen, dan Nasdaq Composite melonjak 1,16 persen. Penguatan ini seiring dengan meningkatnya harapan bahwa konflik AS-Iran akan segera mereda dan harga minyak dunia yang melemah.

MEMBACA  Tips Untuk Mendapatkan Tampilan Bibir Penuh ala Sabrina Carpenter

Penguatan pasar saham terutama dipicu oleh pernyataan Presiden Trump yang menyebut bahwa Iran telah mengajukan permintaan gencatan senjata. Namun, Trump menegaskan bahwa AS hanya akan mempertimbangkannya jika jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz benar-benar terbuka dan aman.

Tinggalkan komentar