Kamis, 2 April 2026 – 07:00 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa AS akan mengakhiri perang dengan Iran dalam waktu dua sampai tiga minggu kedepan. Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump juga menekankan bahwa pihaknya bisa mengakhiri perang ini tanpa perlu mencapai kesepakatan negosiasi apa pun dengan Iran.
Pernyataan Trump ini langsung mendapatkan tanggapan dari Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Berbeda dengan Trump, Araghchi justru mengungkapkan bahwa Iran siap untuk melanjutkan perang setidaknya selama enam bulan ke depan.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Al Jazeera yang dirilis pada Rabu, 1 April, Araghchi menegaskan bahwa Iran mempunyai persediaan yang cukup dan siap membela diri selama diperlukan. Saat ditanya berapa lama Iran mampu bertahan, dia menjawab, "Setidaknya enam bulan."
Sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan bahwa negaranya memiliki keinginan kuat untuk mengakhiri konflik ini, asalkan syarat-syarat penting terpenuhi, terutama jaminan agar agresi tidak terjadi lagi. Pernyataan ini disampaikannya dalam pembicaraan dengan Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa.
Araghchi juga membantah klaim bahwa Iran sudah menerima syarat-syarat dari Amerika Serikat untuk menghentikan perang. Dia menyebutkan bahwa Teheran belum memberikan respons terhadap rencana 15 poin yang diajukan AS, dan juga belum mengajukan lima syarat balasan seperti yang diberitakan.
"Kami belum memberikan tanggapan apa pun terhadap rencana 15 poin dari Amerika sejauh ini. Kami juga belum mengajukan syarat apa pun kepada pihak lawan," ujarnya.
Dia menegaskan kembali bahwa posisi Iran sebenarnya sudah jelas, yaitu menginginkan perang ini dapat diakhiri.
"Kami tidak menerima gencatan senjata. Kami ingin perang ini benar-benar berakhir, bukan hanya di Iran, tetapi di seluruh kawasan. Kami juga menuntut jaminan agar konflik tidak terulang, serta kompensasi atas kerugian yang dialami rakyat Iran," kata Araghchi.
Trump dan beberapa pejabat AS berulang kali menyebutkan bahwa negosiasi sedang berjalan, bahkan mengklaim bahwa Iran yang memohon untuk adanya kesepakatan. Namun, meskipun Iran telah menyampaikan posisinya melalui akun-akun resmi kedutaan di media sosial, belum jelas apakah ada perundingan langsung yang benar-benar terjadi.
Halaman Selanjutnya
Walaupun begitu, Iran tidak menutup kemungkinan untuk adanya jalur negosiasi tidak langsung yang dilakukan melalui negara-negara sahabat.