Penjelajah NASA Temukan Kristal Ruby Bersinar di Mars untuk Pertama Kalinya

Selama lima tahun terakhir, sebuah robot beroda empat telah menjelajahi medan Mars dan menangkap fitur-fitur tak biasa, seperti batuan berpola macan tutul, gumpalan benang, dan formasi batuan bertekstur yang menyerupai berondong jagung. Kini, penjelajah Perseverance milik NASA telah menemukan batu permata mini yang mirip dengan rubi.

Sebuah kelompok peneliti internasional melihat bukti keberadaan batu mulia tersembunyi di dalam kerikil Mars. Butiran permata tersebut terbuat dari korundum, material kristalin yang dikenal sebagai rubi atau safir. Temuan ini dipresentasikan pada Lunar and Planetary Science Conference di Texas awal bulan ini dan mengisyaratkan bahwa Mars mungkin menyimpan mineral berharga lainnya di medan gersangnya.

Batu Mulia

Perseverance baru-baru ini mengeksplorasi tepi Kawah Jezero, sebuah kawah tumbukan selebar 28 mil (45 kilometer) di Mars yang dahulu mungkin terisi oleh danau yang dalam. Di dekat tepi berbatu kawah tersebut, penjelajah itu menemukan kerikil pucat berukuran mini yang terlihat tidak pada tempatnya, menandakan bahwa mereka mungkin terbawa kesana oleh tumbukan atau aktivitas geologis.

Menggunakan SuperCam yang ada di rover, para ilmuwan menyinari batuan dengan laser untuk mengungkap komposisi kimianya. Analisis Perseverance terhadap batuan tersebut mengungkap hal yang tak terduga: tiga sampel menunjukkan tanda-tanda mineral korundum.

Laser tersebut mengeksitasi mineral, menyebabkan mereka memancarkan radiasi optik (cahaya) jika mengandung unsur luminesen. Benar saja, laser menghasilkan cahaya berpendar, mengindikasikan keberadaan korundum pembawa kromium.

Safir dan rubi keduanya adalah varian permata dari korundum, dengan komposisi kimia dan struktur yang sama, tetapi masing-masing berbeda dalam unsur jejak yang memberi mereka warna unik. Kromium membuat rubi berwarna merah, sementara besi dan titanium memberi warna pada safir. Kerikil yang ditemukan di Mars memiliki unsur jejak kromium, menjadikannya lebih mirip dengan rubi menurut temuan terbaru ini.

MEMBACA  Thrills Sci-Fi yang Berliku-Liku dari Dark Matter Memiliki Hati yang Sangat Manusia

Merah Rubi

Di Bumi, rubi terbentuk jauh di dalam kerak planet akibat panas dan tekanan yang sangat tinggi. Lalu, bagaimana mereka bisa berada di Mars?

Planet Merah memang memiliki beberapa aktivitas tektonik di masa lalu, tetapi tidak cukup untuk membentuk permata tersebut. Sebaliknya, para peneliti meyakini bahwa tumbukan meteorit di Mars mungkin menjadi penyebab di balik keberadaan rubi tersebut, menurut New Scientist.

Para peneliti juga tidak yakin apakah Perseverance memang telah menemukan rubi Mars atau jenis korundum lain. Permata yang ditemukan di Mars sangat kecil, masing-masing sekitar 0,008 inci (0,2 milimeter), sehingga tim sulit menentukan komposisi kimia pastinya.

Apakah mereka rubi atau bukan, permata fluoresen mini ini tetap cukup menarik untuk masuk dalam daftar penemuan aneh di Planet Merah.

Tinggalkan komentar