Indonesia Berduka Atas Gugurnya Tiga Pasukan Perdamaian TNI UNIFIL di Lebanon

Jakarta (ANTARA) – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan duka mendalam pemerintah atas meninggalnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dalam Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL).

“Menyikapi berita wafatnya tiga personel TNI dalam misi perdamaian di Lebanon, atas nama presiden, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya,” ujarnya pada Selasa.

Hadi mengatakan Menteri Luar Negeri, Sugiono, juga telah mengeluarkan pernyataan menyesalkan insiden itu dan telah meminta otoritas terkait untuk melakukan penyelidikan.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, dan Panglima TNI untuk berupaya maksimal memulangkan jenazah ketiga prajurit yang gugur, sembari memberikan pembekalan kepada seluruh pasukan dan prajurit yang masih bertugas di lapangan untuk meningkatkan kewaspadaan,” lanjutnya.

Sebelumnya, pemerintah juga telah meminta diadakannya pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan mendesak investigasi yang cepat, menyeluruh, dan transparan atas tewasnya personel militernya di Lebanon.

Menteri Luar Negeri Sugiono, dalam postingan media sosial resmi, menyatakan telah menghubungi Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Senin (30 Maret) terkait kasus ini.

Dia menekankan bahwa Indonesia mengutuk serangan keji tersebut dan menegaskan bahwa keamanan serta keselamatan pasukan perdamaian PBB adalah hal yang mutlak dan harus dijaga setiap saat.

Pada Minggu (29 Maret), seorang pasukan perdamaian PBB asal Indonesia, Praka Farizal Rhomadhon, tewas akibat tembakan artileri dekat posisi kontingen UNIFIL Indonesia di sekitar Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan.

Pada hari Selasa, Kementerian Pertahanan mengumumkan meninggalnya dua personel lainnya di Lebanon Selatan saat mengawal pasukan UNIFIL pada hari Senin (30 Maret).

Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI, Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasrullah, mengungkap identitas kedua prajurit tersebut adalah Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan.

MEMBACA  Perguruan Tinggi di Indonesia Didorong Dorong Inovasi dan Solusi Lokal

Berita terkait: Indonesia kutuk serangan kedua terhadap UNIFIL di Lebanon, desak penyelidikan
Berita terkait: Dua prajurit TNI lagi tewas dalam misi perdamaian Lebanon
Berita terkait: Prajurit Indonesia tewas di Lebanon, TNI tegaskan komitmen misi PBB

Penerjemah: Prisca Triferna, Resinta Sulistiyandari
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar