IHSG Anjlok 43 Poin Tertekan Isu Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi

Selasa, 31 Maret 2026 – 17:02 WIB

Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan yang lebih dalam pada perdagangan di akhir bulan Maret ini. IHSG jatuh 0,61 persen atau 43,45 poin ke level 7.048,22 pada penutupan pasar Selasa, 31 Maret 2026.

Berdasarkan pantauan VIVA di Stockbit, IHSG sempat naik menyentuh area 7.149 di awal sesi perdagangan. Namun, indeks bergerak naik-turun dengan dominasi di zona merah hingga sempat terjun ke posisi 7.034 mendekati jam penutupan.

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 14,97 triliun dengan volume transaksi harian mencapai 272,6 juta saham. Sedangkan, aktivitas perdagagan sebanyak 1,5 juta transaksi.

"IHSG sempat menguat di awal sesi, namun kembali mengalami koreksi yang diduga karena investor cenderung mengambil keuntungan dalam jangka pendek di tengah kondisi ketidakpastian yang masih tinggi," jelas Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Selasa, 31 Maret 2026.

Ilustrasi IHSG Anjlok
Photo : ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Sektor transportasi turun paling parah sebesar 4,60 persen, disusul koreksi sektor energi sebesar 2,75 persen lalu sektor teknologi tergerus 1,31 persen. Penurunan juga melanda sektor industri (1,20 persen), sektor keuangan (melemah 0,53 persen), sektor infrastruktur (melemah 0,46 persen), dan sektor konsumen siklikal (menyusut 0,45 persen).

Di sisi lain, sektor konsumen non-siklikal melesat 1,48 persen, sektor kesehatan naik 0,62 persen dan sektor properti menguat 0,49 persen.

"Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih akan bergerak di kisaran level 6.900 hingga 7.150," lanjut Analis Phintraco Sekuritas.

Tim analis tersebut juga menyebutkan pernyataan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang menyatakan Pertamina tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan nonsubsidi sebagai salah satu sentimen yang membayangi pergerakan indeks. Hal ini menanggapi informasi yang viral mengenai perkiraan kenaikan harga BBM nonsubsidi pada 1 April 2026.

MEMBACA  Viral! Kasur Mewah Dengan Harga Rp1 Miliar, Netizen: Tidur Nyaman Bisa Mimpi Indah

Investor juga menantikan sejumlah data ekonomi domestik yang akan dirilis Rabu, 1 April 2026, seperti indeks Manufacturing PMI, neraca perdagangan, dan inflasi bulan Maret 2026.

Meski IHSG terkoreksi, Phintraco Sekuritas melaporkan tiga emiten berhasil mencetak kenaikan harga signifikan. Berikut tiga saham dengan kenaikan tertinggi (top gainers) di antara 45 saham unggulan (LQ45):

  • PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
    Saham MBMA melonjak 7,35 persen atau 50 poin menjadi 730.
  • Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
    Saham INDF menguat 6,72 persen atau 400 poin hingga menembus level 6.350.
  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
    Saham AMRT naik 5,34 persen atau 75 poin dan ditutup pada level 1.480.

Tinggalkan komentar