Artikel
Pakistan Super League diguncang tuduhan manipulasi bola terhadap Zaman, yang diduga terjadi pada hari Minggu.
Diterbitkan Pada 30 Mar 202630 Mar 2026
Pemukul Lahore Qalandars, Fakhar Zaman, didakwa melakukan manipulasi bola dalam pertandingan Pakistan Super League (PSL) melawan Karachi Kings hari Minggu lalu, demikian pernyataan Dewan Kriket Pakistan (PCB).
Insiden ini terjadi pada over terakhir, saat Karachi membutuhkan 14 lari untuk menang. Fakhar, kapten Lahore Shaheen Afridi, dan pelempar cepat Haris Rauf terlibat diskusi singkat, di mana Fakhar dan Rauf saling mengoper bola.
Rekomendasi Cerita
Wasit kemudian mendatangi Rauf dan meminta untuk memeriksa bola. Setelah berkonsultasi dengan wasit square-leg, ofisial memberikan lima lari penalti kepada Karachi dan memerintahkan penggantian bola.
Penalti itu terbukti mahal, karena Karachi berhasil mengejar target 129 dengan tiga bola tersisa, dan Abbas Afridi memukul four dan six untuk mengamankan kemenangan empat wicket.
“Fakhar menyangkal tuduhan yang dilayangkan padanya selama sidang disiplin yang dipimpin wasit pertandingan Roshan Mahanama,” kata PCB.
“Sidang lanjutan dijadwalkan dalam 48 jam ke depan, setelahnya wasit pertandingan akan menyampaikan putusannya.”
Afridi mengatakan mereka akan meninjau rekaman video kejadian tersebut. “Saya tidak tahu menahu soal ini, dan kami akan melihat apakah terekam di kamera lalu mendiskusikannya,” ujarnya dalam acara presentasi pasca-pertandingan.
Fakhar, 35 tahun, bisa menghadapi larangan bermain satu atau dua pertandingan jika terbukti bersalah melakukan manipulasi bola untuk pelanggaran pertama di PSL.
Trio Australia David Warner, Steve Smith, dan Cameron Bancroft mendapat larangan panjang dari Cricket Australia menyusul skandal manipulasi bola tahun 2018 di Afrika Selatan.
Zaman memukul bola untuk timnya Lahore Qalandars selama pertandingan T20 Pakistan Super League melawan Hyderabad Kingsmen di Stadion Gaddafi, Lahore, Pakistan, pada 26 Maret 2026 [Arif Ali/AFP]