Iran menargetkan Aluminium Bahrain dan Emirates Global Aluminium sebagai balasan atas serangan AS-Israel terhadap infrastrukturnya.
Dipublikasikan Pada 29 Mar 2026
Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah melancarkan serangan rudal dan drone terhadap fasilitas produksi aluminium di Bahrain dan Uni Emirat Arab.
Dalam pernyataan yang disiarkan oleh penyiar negara Iran, IRIB, pada Minggu dini hari, IRGC mengklaim lokasi yang disasar pada Sabtu tersebut terkait dengan militer Amerika Serikat.
Rekomendasi Cerita
Daftar 3 itemakhir daftar
Aluminium Bahrain (Alba) dalam pernyataannya menyebutkan dua karyawan terluka dalam serangan terhadap fasilitasnya. Sementara itu, Emirates Global Aluminium (EGA) dari UEA melaporkan salah satu situsnya di Abu Dhabi mengalami kerusakan signifikan dan enam orang terluka.
Menurut IRGC, serangan balasan ini dilakukan menyusul aksi AS-Israel terhadap infrastruktur industri Iran yang diluncurkan dari pangkalan militer negara-negara Teluk yang menampung pasukan AS.
“Yang perlu dicermati adalah, dari pasokan aluminium global, diperkirakan 4 hingga 9 persennya berasal dari kawasan ini… ini tentu mengancam pasokan dunia,” ujar Zein Basravi dari Al Jazeera, melaporkan dari Dubai.
Sejak perang Timur Tengah meletup pada akhir Februari lalu, Bahrain dan negara-negara Teluk lainnya kerap menjadi sasaran serangan rudal dan drone Iran, dengan perang AS-Israel melawan Iran kini memasuki minggu kelima.
‘Sangat Mencemaskan’
Di tempat lain, seorang pekerja di Oman terluka dalam serangan drone pada Sabtu di Pelabuhan Salalah. Kelompok pelayaran kontainer Denmark, Maersk, kemudian mengatakan mereka menghentikan sementara operasi di pelabuhan itu pasca serangan.
Kementerian Luar Negeri Oman pada Minggu mengutuk serangan di wilayahnya dan menambahkan bahwa belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab.
Pihak berwenang disebut sedang menyelidiki “sumber dan motif” serangan tersebut tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi dalam pernyataan pada Minggu pagi menyebut sistem pertahanan udaranya telah mencegat dan menghancurkan 10 drone dalam beberapa jam terakhir. Lokasi tepatnya tidak diungkapkan.
Selain itu, Garda Nasional Kuwait menyatakan menembak jatuh empat drone setelah sirene serangan udara berbunyi untuk kedua kalinya dalam hitungan jam di negara Teluk itu.
“Jika Iran terus dalam langkah ini dengan membalas serangan demi serangan, itu sangat mencemaskan, apalagi jumlah serangan terhadap Iran terus meningkat dan konflik ini terus bergradasi,” catat Basravi dari Al Jazeera.
“Jika eskalasi terjadi di Iran, maka tidak terelakkan bahwa eskalasi juga akan berlanjut di Dewan Kerja Sama Teluk.”