Sabtu, 28 Maret 2026 – 16:27 WIB
Jakarta, VIVA – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai masih demokratis. Direktur Eksekutif Indeks Data Nasional, Ayip Tayana menyebutkan beberapa indikator yang menunjukan kadar demokrasi di pemerintahan saat ini.
Di antaranya adalah pemerintah masih mau mendengar kritik dari masyarakat, ada komitmen untuk menegakan hukum secara adil, dan tidak ada pembatasan yang sistematis terhadap kelompok oposisi atau organisasi masyarakat.
“Jadi kesimpulan saya, pemerintahan Prabowo Subianto saat ini masih demokratis dengan kecenderungan ingin menunjukkan ketegasan negara,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu, 28 Maret 2026.
Dia mengatakan, pemerintahan Presiden Prabowo masih jauh dari bisa disebut otoriter. Alasannya, pemerintah sendiri terbuka terhadap kritik yang disampaikan publik. Hal ini berbeda dengan rezim yang benar-benar otoriter, yang biasanya langsung menutup ruang untuk mengkritik.
“Kalau kita lihat secara empiris sejauh ini, saya belum melihat cukup bukti kuat untuk menyebut pemerintahan Prabowo Subianto sebagai pemerintah yang otoriter,” katanya.
Ayip juga menyoroti komitmen pemerintah dalam menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Ketua KontraS, Andri Yunus. Dia menilai hal tersebut adalah sinyal positif bagi penegakan hukum yang transparan dan bisa dipertanggungjawabkan.