Mengenal 3 Jenis Ban Off-Road, Dampaknya pada BBM dan Kenyamanan

Jumat, 27 Maret 2026 – 17:48 WIB

Jakarta, VIVA – Tren pakai ban off-road untuk mobil SUV dan double cabin semakin populer di Indonesia. Banyak pemilik kendaraan yang ganti ban standar supaya tampilannya lebih gagah, tapi sering tidak paham dampaknya terhadap pemakaian BBM dan kenyamanan saat nyetir.

Padahal, ban bukan cuma untuk gaya doang. Fungsinya sangat penting karena ini satu-satunya bagian mobil yang langsung sentuh jalan. Kalau pilih jenis ban yang kurang tepat, mobil bisa terasa lebih berat, jadi boros BBM, dan kurang nyaman buat dipakai sehari-hari.

Secara umum, ban off-road ada tiga jenis utama, yaitu All-Terrain (A/T), Mud-Terrain (M/T), dan Rugged-Terrain (R/T). Ketiganya punya karakter beda yang harus disesuaikan sama kebutuhan.

Ban All-Terrain atau A/T adalah jenis yang paling banyak dipakai. Cirinya serbaguna, masih nyaman di jalan aspal tapi tetap bisa untuk medan ringan kayak jalan berbatu atau tanah. Pola tapaknya tidak terlalu kasar, jadi suara bannya relatif lebih halus.

Tapi, pakai ban A/T tetap ada efeknya. Bobot dan pola tapaknya yang lebih kasar bikin konsumsi BBM bisa sedikit naik dibandingin ban jalan raya biasa. Meski begitu, ini masih pilihan yang ideal untuk pemakaian harian.

Berbeda sama A/T, ban Mud-Terrain atau M/T didesain khusus buat medan ekstrem kayak lumpur, bebatuan tajam, atau jalur di hutan. Tapaknya besar dan renggang, biar cengkeramannya maksimal di kondisi sulit.

Sayangnya, kelebihan itu harus dibayar dengan kenyamanan. Ban M/T biasanya lebih berisik kalau dipakai di aspal, getarannya lebih kerasa, dan pasti lebih boros BBM. Jenis ini kurang cocok untuk mobil yang sering dipakai di kota.

MEMBACA  Ridwan Kamil Memastikan Konsistensi Frekuensi dengan Program Prabowo-Gibran Jika Terpilih di Jakarta

Sementara itu, ban Rugged-Terrain atau R/T hadir sebagai gabungan antara A/T dan M/T. Desainnya lebih agresif dari A/T, tapi tidak seekstrem M/T. Ban ini menawarkan tampilan yang kuat dengan kemampuan off-road lebih baik, tapi masih cukup nyaman di jalan raya.

Meski begitu, efek ke pemakaian BBM tetap ada. Semakin kasar dan agresif pola tapak ban, hambatan gulirnya juga makin besar, sehingga mesin harus kerja lebih keras.

Tinggalkan komentar