Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa kunjungan kerjanya ke luar negeri berfokus pada menjaga kepentingan Indonesia, khususnya dengan melindungi dan menciptakan lapangan kerja. Hal ini disampaikannya saat mempersiapkan perjalanan mendatang ke Jepang dan Korea Selatan.
“Saya melakukan kunjungan ke luar negeri untuk melindungi rakyat saya. Melindungi apa? Pekerjaan,” kata Prabowo, menurut unggahan Instagram Sekretariat Negara pada Kamis.
Dia menjelaskan bahwa meski para menteri kabinet menangani berbagai isu strategis, kehadirannya secara pribadi kadang diperlukan untuk mengamankan kesepakatan penting dengan mitra asing.
“Tentu, para menteri yang menjalankan tugas, tetapi pada akhirnya, saya harus datang juga. Ada hal-hal penting yang harus ditangani langsung,” tambahnya.
Prabowo menekankan bahwa Indonesia harus membangun posisi tawar yang kuat dalam keterlibatan internasionalnya untuk mempertahankan kepentingan nasional di tengah dinamika global yang berubah.
Berita terkait: Indonesia bahas kerja sama transportasi dengan Jepang dan Korea Selatan
“Dalam setiap hubungan, harus ada posisi tawar yang kuat. Itulah yang sedang kami kerjakan saat ini,” ujarnya.
Presiden rencananya akan memulai kembali rangkaian kunjungan ke luar negeri dalam hari-hari mendatang.
Kementerian Luar Negeri Indonesia sedang mempersiapkan kunjungan ke Jepang pada 29 hingga 31 Maret dan ke Korea Selatan pada 31 Maret hingga 2 April.
Menurut kementerian luar negeri Jepang, Prabowo akan menghadiri makan siang kenegaraan yang dihost oleh Kaisar dan mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi.
Di Korea Selatan, Prabowo dijadwalkan bertemu Presiden Lee Jae Myung untuk membahas hubungan bilateral, menurut Yonhap News Agency.
Yonhap melaporkan bahwa pembahasan akan mencakup perdagangan, investasi, pertahanan, kecerdasan buatan, infrastruktur, pembangunan kapal, energi nuklir, transisi energi, dan kerja sama budaya.
Kedua pemimpin juga diharapkan dapat mengeksplorasi cara untuk memperkuat hubungan antara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan Korea Selatan.
Berita terkait: Jepang dukung program kemandirian energi Prabowo melalui AZEC
Penerjemah: Fathur, Kenzu
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026