loading…
Teknologi rudal Iran. Foto/ DAILY
TEHERAN – Media Iran merilis video yang diduga menunjukkan peluncuran rudal jelajah menuju kapal induk USS Abraham Lincoln.
Militer Iran mengumumkan pada 25 Maret bahwa mereka telah menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln dengan misil jelajah angkatan laut. Namun, pada malamnya, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Iran meluncurkan 101 rudal yang menargetkan kapal induk tersebut, tapi semua berhasil dicegat oleh Angkatan Laut AS. Presiden Trump menekankan, "Setiap rudal ditembak jatuh dan ada di dasar laut."
Press TV menyiarkan video yang mengklaim angkatan bersenjata Iran meluncurkan rudal ke arah kapal induk AS. Sementara itu, IRNA mengutip perwira angkatan laut yang menjelaskan detail operasi ini.
Menurut IRNA, Komandan Angkatan Laut Iran, Laksamana Muda Shahram Irani, menyebut aktivitas kapal induk AS terus dipantau dan akan diserang jika masuk ke dalam jangkauan sistem rudal Iran.
Iran merilis video peluncuran rudal jelajah yang menargetkan kapal induk AS. Media Iran menerbitkan video yang diduga menunjukkan peluncuran rudal itu, tetapi pihak AS melaporkan tidak ada kerusakan yang terjadi.
"Pembunuh Kapal Induk" Qader
Berbeda dengan rudal balistik yang diluncurkan tinggi ke atmosfer lalu jatuh bebas ke sasaran dalam lintasan parabola, rudal jelajah beroperasi seperti pesawat jet kecil tanpa awak.
Senjata ini mempertahankan daya angkat aerodinamis berkat sayapnya dan terbang sepenuhnya di dalam atmosfer menggunakan mesin jet.
Bahaya utama rudal jelajah terletak pada lintasan terbangnya. Dibandingkan rudal balistik, rudal jelajah tidak terbang tinggi, sehingga sulit dideteksi dari jarak jauh. Sebaliknya, rudal jelajah bisa meluncur rendah di atas permukaan tanah atau terbang tepat di bawah permukaan laut pada ketinggian yang sangat rendah.
Dilengkapi sistem panduan canggih yang menggabungkan sistem navigasi inersia (INS), penentuan posisi satelit (GPS), dan teknologi pencocokan kontur medan (TERCOM), rudal jelajah bisa secara otomatis bermanuver melewati pegunungan dan lembah, atau terbang dekat dengan gelombang untuk menghindari "titik buta" radar peringatan dini.
Diluncurkan pada tahun 2011, rudal jelajah Qader adalah versi peningkatan dari seri rudal Noor Iran, yang awalnya berasal dari prototipe C-802 dari Tiongkok.