Menteri Ancam Pemecatan Usai 2.600 Staf Absen Kerja Pasca-Lebaran

Jakarta (ANTARA) – Menteri Sosial Indonesia, Saifullah Yusuf, memperingatkan pegawai negeri dan karyawan kementerian bahwa mereka dapat menghadapi pemecatan jika ketahuan bermalas-malasan atau melanggar aturan disiplin, terutama yang tidak hadir setelah Lebaran.

Dalam apel pengecekan disiplin di Jakarta pada Kamis pagi, dia mengungkapkan bahwa lebih dari 2.600 personel kementerian di seluruh Indonesia tidak hadir tanpa keterangan pada Rabu (25 Maret), hari kerja pertama setelah Lebaran.

Dari jumlah tersebut, 156 orang bertugas di kantor pusat kementerian, kantor daerah, atau pusat layanan, sementara sekitar 2.500 adalah pekerja lapangan di bawah Program Keluarga Harapan (PKH).

“Saya sangat kecewa mengetahui bahwa personel PKH yang tidak disiplin itu baru saja dilantik dan belum bekerja sebagai pegawai pemerintah selama satu tahun,” tegas Yusuf.

Menteri menekankan bahwa dia telah memberikan peringatan keras kepada 500 personel PKH atas ketidakdisiplinan di tahun 2025, dengan 49 orang menghadapi pemecatan. Dia menambahkan bahwa tiga personel lagi diberhentikan tahun ini karena alasan serupa.

“Ke depannya, kami tidak akan ragu untuk memberhentikan pegawai honorer dan PNS yang bermasalah dan tidak disiplin,” ujarnya, menekankan bahwa penyimpangan dari personel dapat mencoreng citra dan kinerja Kementerian Sosial secara keseluruhan.

Yusuf menggarisbawahi bahwa ketidakhadiran tanpa keterangan merupakan pelanggaran terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2024 tentang disiplin PNS. Dia menambahkan bahwa kementerian akan memberikan sanksi disiplin yang bervariasi sesuai tingkat pelanggaran.

“Pelanggaran ringan dapat dikenai sanksi berupa teguran lisan dan tertulis atau pernyataan ketidakpuasan dari atasan,” katanya.

Dia menambahkan bahwa selain hukuman administratif, pelanggar juga dapat menghadapi konsekuensi keuangan, termasuk pemotongan tunjangan kinerja. Peraturan menteri tahun 2023 mengatur potongan sebesar tiga persen per hari untuk gagal mencatat kehadiran.

MEMBACA  Sensor Lewat! Ini Dia 5 Film Korea Selatan yang Menyita Perhatian Dunia karena Kontroversi

“Ingatlah bahwa kita diawasi oleh negara dan masyarakat,” kata Yusuf kepada para karyawan kementerian, mendorong mereka untuk mengabdi kepada bangsa sebaik mungkin.

Berita terkait: Pemerintah Indonesia tetapkan bonus Lebaran US$3,2 miliar untuk staf negara

Berita terkait: Aceh kerahkan 3.000 PNS untuk bantu pemulihan banjir dan longsor

Berita terkait: Menteri proyeksikan kontribusi sektor digital delapan persen ke PDB

Penerjemah: M. Riezko, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar