Jakarta (ANTARA) – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menekankan bahwa pemerintah terus mempercepat upaya pemulihan pasca-bencana di Sumatera dengan memperkuat kolaborasi antar pemerintah daerah.
Dia menegaskan, pemerintah pusat akan terus medorong pemerintah daerah untuk membantu wilayah tetangga yang terdampak parah dan mengalami kerusakan berat.
“Berdasarkan update terbaru pagi ini, tiga wilayah telah berkomitmen untuk membantu daerah terdampak, yaitu Simalungun, Asahan, dan Pematangsiantar,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, menurut sebuah pernyataan.
Menteri menjelaskan, inisiatif kolaboratif ini muncul setelah alokasi anggaran tambahan sebesar Rp10,6 triliun dari Presiden untuk transfer ke daerah guna mempercepat penanganan bencana.
Anggaran ini akan disalurkan ke semua kabupaten dan kota di tiga provinsi terdampak—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—termasuk yang tidak terkena dampak langsung bencana.
Untuk itu, pemerintah pusat meminta pemerintah daerah yang relatif aman atau tidak terdampak—namun tetap menerima alokasi anggaran—untuk bersedia berbagi sebagian dananya dengan wilayah tetangga.
Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kapasitas daerah dengan tingkat kerusakan tinggi dan anggaran terbatas, seperti Kabupaten Aceh Tamiang.
“Kami harap wilayah yang sangat terdampak ini memiliki tambahan dana agar dapat menyelesaikan masalahnya,” kata Karnavian, yang sekaligus menjabat Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca-Bencana Sumatera.
Lebih lanjut, menteri menyatakan bahwa penyelesaian rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana di ketiga provinsi diperkirakan memakan waktu hingga tiga tahun.
Upaya pembangunan fokus pada penyediaan perumahan tetap, membangun infrastruktur permanen—seperti jembatan dan jalan—serta memulihkan layanan dasar.
Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebelumnya dilanda banjir dan tanah longsor yang dipicu curah hujan tinggi pada akhir November 2025.
Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana tersebut menewaskan 1.207 jiwa dan merusak lebih dari 300.000 rumah.
Berita terkait: Indonesia menyalurkan bantuan $41 juta untuk korban bencana Sumatera
Berita terkait: BNPB membangun 36.000 rumah untuk korban banjir di Sumatera
Berita terkait: Kebutuhan anggaran rehabilitasi Sumatera diperkirakan Rp130 triliun: pemerintah
Penerjemah: Fianda Sjofjan, Raka Adji
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026