John Herdman Jelaskan Strategi Perekrutan Staf Multinasional untuk Timnas Indonesia

Rabu, 25 Maret 2026 – 00:50 WIB

Jakarta, VIVA – Di bawah tekanan waktu yang mepet dan ekspektasi tinggi dari publik, pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengambil langkah yang tidak biasa. Dia membangun fondasi tim bukan cuma dari pemain, tapi juga dari belakang layar dengan menghadirkan staf kepelatihan dari berbagai negara sebagai kunci untuk mempercepat adaptasi skuad Garuda.

Keputusan ini bukan cuma variasi, tapi sebuah strategi. Herdman sadar, dengan waktu persiapan yang cuma hitungan hari jelang laga FIFA Series 2026, pendekatan biasa tidak akan cukup. Apalagi, momen FIFA Matchday kali ini berbarengan dengan libur Idul Fitri, yang bikin skuad belum lengkap sampai mendekati pertandingan.

Daripada mengeluh, dia malah merancang sistem yang bisa "nutupin" keterbatasan waktu yang ada.

Membangun "Tim di Balik Tim"

Herdman secara terbuka bilang bahwa kehadiran staf dari tujuh negara beda adalah kekuatan utama timnya sekarang. Dia mencampur elemen lokal yang paham karakter pemain Indonesia dengan tenaga ahli internasional yang bawa pengalaman global.

Nama-nama kayak Dzikry Lazuardi sebagai analis, Sofie Imam di bagian fisik, dan Nova Arianto jadi fondasi lokal yang dia percaya. Sementara itu, sentuhan internasional datang dari Simon Grayson, Andrej Kostolansky, sampai Damian van Rensburg yang perkuat sektor teknis, termasuk kiper.

Gak cuma itu, Herdman juga libatkan mantan kapten Timnas Kanada, Steven Vitoria, dan Cesar Meylan yang spesialis di pengembangan fisik atlet.

Buat Herdman, kombinasi ini bukan cuma pelengkap, tapi cara untuk mempercepat transfer pengetahuan di dalam tim.

"Ini soal keseimbangan. Kami mau merangkul budaya Indonesia, tapi juga bawa metodologi dan kerangka kerja yang udah terbukti," kata Herdman.

MEMBACA  Atasi Bau Mulut dengan Mengonsumsi 5 Makanan dan Minuman Ini

Pendekatan ini, lanjut Herdman, gak cuma fokus ke hasil jangka pendek, tapi juga coba bangun fondasi jangka panjang sebagai sebuah sistem agar bisa bertahan lebih dari satu turnamen.

Taktik Dikejar Waktu

Realita di lapangan tetap gak gampang. Herdman cuma punya waktu efektif sekitar dua hari untuk matengin taktik sebelum laga pembuka melawan St Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Situasi ini maksa dia untuk ubah pola kerja. Materi taktik gak cuma disampaikan di lapangan, tapi udah dibagiin ke pemain bahkan sebelum mereka tiba di tempat latihan.

Tinggalkan komentar