Dua Tantangan Utama Como Menuju Liga Champions

Selasa, 24 Maret 2026 – 16.02 WIB

Klub promosi Como 1907 jadi kejutan besar di Serie A musim 2025/2026. Saat ini mereka ada di posisi keempat dan punya peluang besar buat masuk Liga Champions. Di bawah pelatih Cesc Fàbregas, tim ini main dengan konsisten. Tapi, mereka hadapi tantangan serius soal stadion dan kondisi keuangan kalau benar-benar lolos ke kompetisi elit Eropa itu.

Yang menakjubkan, Como bisa bersaing sama klub-klub besar Italia dan bahkan mengalahkan tim macam AS Roma dan Juventus dalam perebutan tiket Liga Champions. Padahal, cuma dua musim yang lalu mereka masih main di Serie B.

Perjalanan mereka makin menarik karena klub ini sempat mengalami masa sulit sebelum akhirnya bangkit berkat investasi besar dari pemiliknya. Sekarang, peluang main di Liga Champions terbuka lebar, meski beberapa masalah di luar lapangan mulai muncul.

Tantangan Infrastruktur

Salah satu masalah utamanya adalah stadion kandang mereka, Stadio Giuseppe Sinigaglia. Stadion ini belum memenuhi standar yang ditetapkan UEFA untuk pertandingan Eropa. Jadi, Como harus melakukan renovasi besar-besaran supaya stadionnya bisa dipakai.

Kalau renovasi belum selesai sebelum September 2026, Como terpaksa cari stadion lain untuk pertandingan kandangnya. Salah satu pilihan yang mungkin adalah pakai Mapei Stadium, stadionnya klub Sassuolo, sebagai solusi sementara.

Masalah Keuangan

Selain infrastruktur, Como juga punya tantangan keuangan. Klub ini dimiliki oleh keluarga Hartono dari Indonesia, yang mengambil alih saat Como hampir bangkrut dulu. Investasi besar mereka memang bikin permainan tim jadi bagus, tapi ini juga berpengaruh ke kondisi keuangan klub.

Laporan keuangan sampai Juni 2025 menunjukkan Como mengalami kerugian sampai 105 juta euro. Ini jadi perhatian serius karena ada aturan Financial Fair Play dari UEFA yang mewajibkan klub menjaga keseimbangan keuangannya.

MEMBACA  Siapkan Mental! 'The Ultimate 10K Series' Resmi Hadir, Tantang Dirimu di 4 Kota.

UEFA diperkirakan akan memberi toleransi di musim pertama kalau Como lolos. Tapi, setelah itu klub harus menyesuaikan kondisi keuangannya lewat Settlement Agreement agar tetap patuh pada aturan.

Meski ada banyak tantangan, performa Como di musim ini patut dapat apresiasi. Dari tim yang terpuruk, sekarang mereka bersaing di papan atas Serie A. Mereka menjadi salah satu cerita sukses terbaik di kompetisi Italia musim ini.

Tinggalkan komentar