India Mulai Merasakan Dampak Kenaikan Harga Minyak Global, Inflasi Terancam Tembus 5%

Selasa, 24 Maret 2026 – 10:30 WIB

Jakarta, VIVA – Naiknya harga minyak dunia menjadi dampak paling jelas dari konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran. Memasuki minggu ketiga, India mulai merasakan efek dari kenaikan harga energi yang tajam.

Negara di ujung Benua Asia ini sangat tergantung pada impor energi. Sekitar 85-90 persen kebutuhan minyak mentahnya berasal dari luar negeri. Akibatnya, kenaikan harga minyak global mendorong biaya di berbagai sektor juga naik, mulai dari transportasi, manufaktur, sampai harga barang dan jasa untuk konsumen.

Tanda-tanda tekanan bahkan sudah mulai terlihat dalam beberapa minggu terakhir. Distribusi gas untuk memasak melambat, sementara pelaku usaha yang pakai LPG dan LNG, seperti restoran dan industri kecil, mulai merasakan dampaknya.

Direktur PGPM yang juga Profesor Ekonomi di Great Lakes Gurgaon, Dr. VP Singh, memperingatkan bahwa kenaikan harga minyak bisa memicu lonjakan inflasi dalam waktu dekat. “Kalau harga minyak bertahan di atas US$100 per barel, inflasi bisa lebih dari 5 persen dalam beberapa kuartal ke depan,” katanya seperti dikutip dari India Today, Selasa, 24 Maret 2026.

Singh melihat kenaikan harga BBM di dalam negeri tidak akan bisa ditahan lama lagi. Soalnya, harga BBM di SPBU seharusnya mencerminkan harga minyak mentah yang sebenarnya.

Di tingkat global, tekanan yang muncul juga berpotensi lebih luas. Singh menilai risiko perlambatan ekonomi dunia semakin besar jika gangguan pasokan energi terus berlanjut, apalagi karena banyak negara masih tergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah.

“Ada kemungkingan besar terjadi perlambatan ekonomi global jika gangguan ini berlanjut, terutama karena ekonomi besar masih sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah,” jelas Singh.

MEMBACA  FRMF Maroko Sambut Putusan Dewan Banding CAF sebagai Penegak Aturan dan Penjaga Stabilitas Kompetisi Internasional

Di sisi lain, Singh menilai India masih punya daya tahan yang relatif lebih baik dibanding negara lain. Menurutnya, India memiliki kinerja keuangan yang baik.

“India kemungkinan tetap berada di jalur pertumbuhan, dengan risiko resesi yang terbatas,” tambahnya.

Saat ini, ekonomi global memang belum memasuki fase resesi. Tapi, sejumlah indikator yang biasanya jadi pemicu mulai terlihat. Kenaikan harga energi, ketidakpastian pasokan, dan tekanan biaya yang merambat dari pasar ke rumah tangga menjadi sinyal awal yang perlu diwaspadai.

Jika gangguan pasokan terus berlanjut, dampaknya diperkirakan akan semakin besar. Mulai dari kenaikan biaya hidup, melemahnya permintaan, sampai perlambatan pertumbuhan ekonomi secara global.

Tinggalkan komentar