Jakarta (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah merespons banjir yang mempengaruhi 46 unit Rukun Tetangga (RT) di Jakarta Timur. Banjir ini terjadi akibat hujan lebat dan luapan beberapa sungai.
Kepala BPBD Isnawa Adji menjelaskan di Jakarta pada Minggu, “Banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi serta luapan dari Sungai Cipinang, Cilangkap, dan Sunter.”
Dia menyatakan bahwa hingga pukul 10 pagi waktu setempat, ke-46 RT yang tersebar di sembilan kelurahan itu masih tergenang. Ketinggian air mencapai hingga 80 centimeter.
BPBD telah mengerahkan personil untuk memantau daerah terdampak dan berkoordinasi dengan dinas sumber daya air, jalan, serta pemadam kebakaran dan penyelematan untuk mempercepat surutnya air.
Adji menambahkan, “Kami mengimbau warga untuk tetap waspada. Dalam keadaan darurat, silakan hubungi 112, hotline gratis yang tersedia 24 jam.”
Berita terkait: Mantan Wapres Kalla dorong warga Jakarta bertindak cegah banjir
Berita terkait: Jakarta rencanakan apartemen murah untuk warga Rawa Buaya pasca banjir
Penerjemah: Khaerul I, Tegar Nurfitra
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026