Menteri Umar Ajak Umat Perkuat Empati di Hari Raya Idulfitri

Jakarta (ANTARA) – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Muslim memanfaatkan momen Idul Fitri sebagai kesempatan untuk memperkuat empati dan kepedulian sosial.

Beliau menyatakan bahwa Ramadan tidak hanya soal puasa, tetapi juga membangun karakter yang peduli dan berempati.

“Puasa adalah proses membangun kesadaran sosial. Di balik lapar dan haus, terkandung pesan empati terhadap sesama serta kepedulian pada mereka yang membutuhkan,” ujarnya dalam pernyataan di Jakarta, Minggu.

Menurutnya, lantunan takbir yang menandai berakhirnya Ramadan melambangkan pencapaian spiritual.

“Kemenangan sejati bukan sekadar kembali ke rutinitas, tetapi mempertahankan ketakwaan,” tambahnya.

Umar menekankan bahwa Idul Fitri juga merupakan momen untuk menyebar kebaikan dan mencari keberkahan, yang datang pada mereka yang membuka hati dan memberi manfaat bagi orang lain.

Ia mendorong umat Muslim untuk menjaga nilai-nilai yang dilatih selama Ramadan, seperti disiplin, kejujuran, dan kepedulian, dalam kehidupan sehari-hari.

Idul Fitri tahun ini jatuh pada tanggal 21 Maret.

Menteri juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya, dengan harapan tercipta kedamaian dan kerukunan di Indonesia.

Berita terkait: Dari istana hingga desa, Idul Fitri Indonesia cerminkan persatuan

Berita terkait: Prabowo sambut mantan pemimpin di open house Lebaran

Penerjemah: Hana Dewi, Raka Adji
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  Kisah Empat Korban Modus COD Mobil: Disekap dan Disiksa di Tangsel

Tinggalkan komentar