Minggu, 22 Maret 2026 – 14:44 WIB
Jakarta, VIVA – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho menjelaskan, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada tanggal 24 Maret 2026.
Namun, langkah-langkah strategis sudah mulai dilakukan sejak tanggal 22 sampai 23 Maret 2026. Ini termasuk kemungkinan penerapan sistem satu arah (one way) lokal secara bertahap untuk mengurangi kepadatan.
Masyarakat diimbau agar tidak kembali secara bersama-sama pada tanggal puncak arus balik supaya tidak terjadi penumpukan kendaraan.
Pemudik juga disarankan memakai kebijakan Work From Anywhere (WFA) dengan mengatur jadwal perjalanan pulang pada tanggal 26 hingga 28 Maret 2026.
"Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi dengan stakeholder, arus balik diperkirakan terbagi dua tahap. Tahap pertama tanggal 23–24 Maret 2026 dan tahap kedua tanggal 28–29 Maret 2026. Dengan pola ini, diharapkan kepadatan arus balik bisa berkurang dan perjalanan tetap lancar," kata Agus.
Dalam pantauannya, Kakorlantas menyebutkan perkembangan volume kendaraan selama mudik dan balik setelah Lebaran. Situasi lalu lintas dikatakan cukup terkendali.
Menurutnya, perkembangan arus lalu lintas terkendali meskipun ada peningkatan pergerakan kendaraan di beberapa wilayah.
"Pada Operasi Ketupat hari ke-9 atau dua hari setelah Lebaran, kondisi arus lalu lintas masih cukup terkendali. Ada peningkatan arus sesuai prediksi dan hasil monitoring teknologi. Pergerakan aglomerasi terpantau cukup padat, tapi masih bisa dikelola dengan baik," ujar Kakorlantas.
Kakorlantas menuturkan, peningkatan arus ini sejalan dengan hasil prediksi dan pemantauan berbasis teknologi. Khususnya pada pergerakan aglomerasi di wilayah Semarang Raya, hingga wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).
"Beberapa wilayah yang mengalami peningkatan pergerakan antara lain Semarang Raya, Jabodetabek, serta kawasan wisata di Bali, Malang Raya, Jakarta, dan Jawa Barat. Tempat-tempat wisata itu cukup diminati masyarakat yang sedang menikmati masa liburan," ungkapnya.
"Korlantas Polri juga akan menerapkan skema one way nasional untuk arus balik. Rencananya dimulai pada tanggal 24 Maret 2026, sesuai arahan Kapolri dan hasil koordinasi dengan Menteri Perhubungan, Dirut Jasa Marga, serta Jasa Raharja," sambungnya.
Melalui kerja sama antara Polri dan semua stakeholder, diharapkan perjalanan masyarakat, baik saat mudik maupun balik, bisa berlangsung dengan aman, tertib, dan selamat.
Artikel Rekomendasi:
- Diskon Tarif Angkutan Lebaran, Jalan Tol hingga WFA Bikin Ekonomi RI saat Lebaran Menggeliat
- Rekor! Arus Mudik 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah, Kakorlantas: Negara Hadir Jamin Keamanan Mudik dan Ibadah
- Catat! Ini Tanggal ‘Aman’ Arus Balik Lebaran Menurut Kemenhub
Artikel Lainnya: Daftar Bengkel Siaga Arus Balik Lebaran 2026, Ini Lokasinya – Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada pertengahan hingga akhir Maret. Guna menjamin kelancaran dan keselamatan para pemudik kembali ke perantauan. (VIVA.co.id, 22 Maret 2026)