Sabtu, 21 Maret 2026 – 20:08 WIB
Jakarta, VIVA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyatakan pemerintahannya sedang bersiap menyambut kedatangan para pendatang baru dari daerah yang ingin cari kerja di Jakarta.
Dia menegaskan tidak akan ada operasi yustisi untuk pendatang baru. Namun, dia meminta masyarakat yang mau bekerja di Jakarta untuk melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan.
“Iya, seperti yang sudah sering saya bilang, Jakarta tidak ada operasi yustisi. Tapi kami minta siapa saja yang mau kerja di Jakarta, ya melengkapi diri dengan persyaratan administrasi,” kata Pramono ke wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Sabtu (21/3/2026).
Selain itu, calon pendatang juga diminta agar bekerja sesuai dengan kemampuan atau kapasitas mereka masing-masing.
“Dan juga bekerja sesuai sama kapabilitasnya,” ujar Pramono.
Pihaknya memperkirakan akan ada lonjakan pendatang baru ke Jakarta setelah mudik Lebaran untuk mencari pekerjaan.
“Memang, sekarang ini kami juga menduga pasti ada lonjakan orang yang cari kerja di Jakarta,” tegas Pramono.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta memperkirakan sekitar 10 ribu sampai 12 ribu orang akan datang ke Jakarta pasca Lebaran 2026.
Staf Khusus Gubernur DKI Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, mengatakan jumlah pendatang baru di Jakarta mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Penurunan ini dipengaruhi kondisi ekonomi dan geopolitik saat ini.
Dari tahun 2022 sampai 2025, jumlah pendatang baru di Jakarta setelah Lebaran turun berturut-turut dari sekitar 27 ribu menjadi 16 ribu orang. (Ant)
Purbaya Rayakan Lebaran Perdana sebagai Menkeu, Doakan Warga RI Makin Kaya dan Bahagia
Purbaya Yudhi Sadewa merayakan Lebaran perdana sebagai Menkeu, mendoakan warga RI makin kaya dan bahagia. Dia juga menilai ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah isu resesi.
VIVA.co.id
21 Maret 2026