Perusahaan energi besar Italia, Eni, punya strategi ambisius untuk lima tahun ke depan. Tujuannya untuk naikkan produksi, kembangkan portofolio transisi energi, dan tingkatkan keuntungan untuk pemegang saham dengan cara menghasilkan lebih banyak uang tunai dan kurangi utang.
Inti dari rencana ini adalah model pertumbuhan dua jalur: besarkan bisnis minyak dan gas sambil percepat bisnis transisi energi seperti Plenitude dan Enilive. Eni perkirakan bisa hasilkan arus kas bebas lebih dari €40 miliar antara tahun 2026 dan 2030. Ini akan memungkinkan dividen yang lebih tinggi dan pembelian kembali saham, sambil tetap lanjutkan investasi.
Eni fokuskan lagi pada segmen eksplorasi dan produksi (E&P). Mereka bilang proyek-proyek mereka saat ini adalah yang terkuat dalam sejarah perusahaan. Produksi diperkirakan tumbuh 3–4% per tahun hingga 2030, didukung oleh portofolio yang tersebar di Afrika, Mediterania Timur, Asia Tenggara, dan Norwegia.
Persetujuan proyek baru—termasuk pengembangan di Cekungan North Kutei di Indonesia dan rencana proyek LNG di Argentina—menunjukkan fokus Eni pada monetisasi gas dan pasar LNG. Perusahaan juga tekankan kepemimpinannya dalam teknologi LNG terapung (FLNG), yang semakin populer karena biayanya lebih fleksibel dan murah.
Sejak 2014, Eni telah temukan lebih dari 11 miliar barel setara minyak. Dari jumlah itu, 60% sudah dikonversi menjadi produksi atau dijual sebagai aset. Ini menunjukkan model eksplorasi mereka yang efisien dan berbeda dari perusahaan sejenis.
Selain hidrokarbon, Eni kembangkan platform transisi energinya lewat Plenitude (energi terbarukan dan ritel) dan Enilive (biofuel).
Plenitude menargetkan kapasitas energi terbarukan terpasang 15 GW pada 2030, naik dari 5,8 GW di akhir 2025. Jumlah pelanggannya juga ditargetkan tumbuh ke lebih dari 11 juta. Rencana deconsolidasi dan tambahan modal €1,5 miliar dirancang untuk percepat pertumbuhan dan beri nilai lebih bagi pemegang saham.
Sementara itu, Enilive tingkatkan kapasitas produksi biofuel menjadi 5 juta ton per tahun pada 2030. Bahan bakar aviasi berkelanjutan (SAF) diharapkan akan berperan lebih besar. EBITDA dari segmen ini diperkirakan akan naik tiga kali lipat menjadi €3 miliar dalam periode tersebut.
Bersama-sama, bisnis transisi ini sudah menarik investasi eksternal senilai lebih dari €23 miliar. Ini memperkuat model “satelit” Eni, di mana anak perusahaannya didanai sendiri dan sebagian kepemilikannya dijual.
Kerangka keuangan Eni mendukung seluruh rencana ini. Perusahaan perkirakan arus kas dari operasi akan capai sekitar €17 miliar pada 2030, yang berarti pertumbuhan tahunan gabungan 14% per saham.
Disiplin modal tetap jadi prioritas. Investasi tahunan dikurangi jadi di bawah €6 miliar—lebih rendah dari rencana sebelumnya. Rasio utang juga diperkirakan tetap rendah, di kisaran 10–15%.
Prospek keuangan yang lebih baik ini mendukung peningkatan bagi hasil untuk pemegang saham. Eni naikkan target pembayaran menjadi 35–45% dari arus kas dan umumkan usulan dividen untuk 2026 sebesar €1,10 per saham, serta program pembelian kembali saham senilai €1,5 miliar.
Yang penting, perusahaan akan tingkatkan distribusi jika harga minyak tinggi. Mereka berkomitmen untuk kembalikan 100% arus kas tambahan lewat dividen luar biasa jika harga minyak melebihi $90 per barel.
Strategi Eni mencerminkan tren di kalangan perusahaan minyak besar Eropa, yang menyeimbangkan investasi hidrokarbon dengan inisiatif transisi energi. Sementara perusahaan seperti BP dan Shell kurangi ambisi transisi karena keuntungan yang kurang, Eni tetap kejar model hibrid—manfaatkan arus kas dari produksi minyak dan gas untuk danai pertumbuhan energi rendah karbon.
Struktur satelitnya, yang memungkinkan sebagian aset transisi dijual sambil tetap pertahankan kendali operasional, menjadi pendekatan unik di sektor ini. Model ini tawarkan fleksibilitas modal dan transparansi nilai.
Di waktu yang sama, fokus berkelanjutan Eni pada LNG dan gas sejalan dengan permintaan global yang tumbuh untuk bahan bakar fosil rendah karbon, khususnya di Asia dan pasar berkembang.
Dengan proyek produksi yang kuat, bisnis transisi yang berkembang, dan kerangka keuangan yang disiplin, Eni memposisikan diri untuk pertumbuhan yang tangguh hingga akhir dekade ini—sambil tawarkan investor akses yang lebih besar ke pasar energi tradisional dan pasar rendah karbon yang baru muncul.
Oleh Charles Kennedy untuk Oilprice.com
Artikel Lainnya dari Oilprice.com
Oilprice Intelligence memberikan sinyal sebelum jadi berita utama. Ini analisis ahli yang sama yang dibaca oleh trader berpengalaman dan penasihat politik. Dapatkan secara gratis, dua kali seminggu, dan kamu akan selalu tahu kenapa pasar bergerak sebelum orang lain.
Kamu dapatkan intelijen geopolitik, data persediaan tersembunyi, dan informasi pasar yang menggerakkan miliaran—dan kami akan kirimkan $389 dalam intelijen energi premium, gratis, hanya dengan berlangganan. Bergabunglah dengan 400.000+ pembaca hari ini. Dapatkan akses segera dengan klik di sini.