loading…
Pakar militer akui Iran terbukti mahir dalam adaptasi perang. Foto/X/@tv_koreaX
TEHERAN – Ross Harrison, peneliti senior di Middle East Institute, mengatakan perang AS-Israel terhadap Iran telah menunjukkan kemampuan Iran untuk beradaptasi. Dia menyatakan ada batasan untuk kekuatan kinetik yang sangat besar, khususnya kekuatan dari udara.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Harrison menyebutkan Iran ternyata “sangat mahir dalam beradaptasi” ketika menghadapi kekuatan geopolitik dan militer yang kuat.
“Kita lihat Iran sudah beradaptasi dengan situasi perang asimetris di Timur Tengah selama 20 tahun terakhir lewat ‘poros resistance’ dan penggunaan milisi. Sekarang mereka menghadapi tantangan yang beda – tantangan lebih langsung dari AS dan Israel – dan mereka sedang cari cara untuk memakai kekuatan ekonominya,” ujarnya. Dia merujuk pada gangguan Iran di Selat Hormuz dan serangan ke negara-negara Teluk Arab yang menyebabkan penderitaan ekonomi parah.
Harrison juga menyampaikan bahwa dia memperkirakan Iran sedang bersiap untuk “kemungkinan invasi darat”. Dia mencatat bahwa, kecuali jika pasukan sangat besar yang dikirim, Iran mungkin punya “keuntungan bermain di kandang sendiri” dalam konfrontasi seperti itu.