Menteri Energi Israel Eli Cohen menyatakan ‘tidak ada kerusakan signifikan’ yang dilaporkan pasca serangan Iran terhadap kilang minyak Haifa.
Diterbitkan Pada 19 Mar 2026
Israel menyatakan sebuah kilang minyak di kota utara Haifa terkena serangan rudal Iran, namun tidak ada kerusakan “signifikan” yang dilaporkan, seiring Teheran terus membalas di seluruh kawasan atas serangan terhadap infrastruktur energinya.
Dalam sebuah pernyataan pada Kamis, Menteri Energi Eli Cohen mengatakan pasokan listrik sempat terganggu akibat serangan terhadap fasilitas Oil Refineries Ltd sebelum dipulihkan untuk sebagian besar pelanggan.
Rekomendasi Cerita
daftar 3 itemakhir daftar
“Kerusakan pada jaringan listrik di utara bersifat lokal dan tidak signifikan,” ujar Cohen.
“Selain itu, dalam rentetan serangan ke arah utara, tidak ada kerusakan berarti pada situs-situs infrastruktur Israel.”
Iran telah melancarkan gelombang serangan rudal dan drone di seluruh Timur Tengah sejak Israel dan Amerika Serikat meluncurkan perang terhadap negara tersebut akhir bulan lalu.
Pekan ini, Teheran menyasar beberapa fasilitas minyak dan gas di kawasan Teluk sebagai balasan atas serangan Israel terhadap lapangan gas lepas pantai South Pars pada Rabu.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan pada Kamis bahwa negaranya akan menunjukkan “NOL TOLERANSI” jika infrastrukturnya diserang kembali, seiring serangan Israel di lapangan gas South Pars terus memicu kecaman.
Melaporkan dari ibu kota Iran, Teheran, Ali Hashem dari Al Jazeera mengatakan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengonfirmasi menembakan rudal ke arah Haifa dan Ashdod, sebuah kota di selatan Israel.
“Pihak Iran menyatakan ini adalah balasan atas serangan terhadap fasilitas South Pars,” kata Hashem.
Belum jelas secara langsung apakah fasilitas di Ashdod terkena dampak.
Secara terpisah pada Kamis, layanan penyelamat Israel menyatakan empat orang terluka dalam serangan roket di Kiryat Shmona, sebuah kota di utara Israel dekat perbatasan dengan Lebanon.
Petugas medis mengatakan mereka menangani seorang pria berusia 60 tahun dalam kondisi serius akibat luka serpihan; seorang wanita 68 tahun dengan cedera kepala serta dua pria berusia 20-an dengan luka serpihan.
Di samping serangannya terhadap Iran, militer Israel juga melancarkan serangan udara dan darat yang intensif di Lebanon sejak awal Maret, menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Serangan Israel di Lebanon dimulai setelah kelompok bersenjata Lebanon, Hezbollah, meluncurkan roket ke utara Israel sebagai balasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada 28 Februari, hari pertama perang AS-Israel terhadap Iran.
Hezbollah telah menembakkan sejumlah rentetan misil ke utara Israel sebagai tanggapan atas serangan mematikan militer Israel di seluruh Lebanon.