Kamis, 19 Maret 2026 – 20:20 WIB
Aceh, VIVA – Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) pascabencana di Sumatera terus membangun hunian tetap (huntap) bagi para penyintas bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Huntap ini untuk warga yang rumahnya rusak parah atau hilang terbawa banjir.
Proyeksinya, sebanyak 36.669 unit akan dibangun di tiga provinsi itu. Saat ini, sekitar 110 huntap sudah selesai dan 1.359 unit lagi masih dalam proses pengerjaan. Pembangunannya melibatkan banyak pihak, seperti BNPB, Kementerian PUPR, Polri, Kemenko Polhukam, TNI, dan Pemda. Perusahaan swasta dan perorangan juga turut membantu.
Salah satu lokasi pembangunan adalah Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh. Huntap di sana dibangun BNPB dan dirancang dengan spesifikasi tahan gempa. Hunian tipe 36 ini punya pondasi batu kali, dinding dari bata ringan (hebel), rangka atap baja ringan, serta atap dan plafon dari bahan spandek dan PVC.
Bantuan Pascabencana Gelombang Kedua Mulai Digelontorkan, Aceh Timur Dapat Kucuran Rp100 M dari Pemerintah
Suryani, seorang penyintas di desa tersebut, menyambut baik program ini. Rumahnya hanyut dan roboh saat bencana melanda kampungnya akhir tahun lalu. Ia berharap huntap cepat selesai dibangun agar bisa segera ditempati dan hidupnya bisa kembali normal. Saat ini, di Desa Balee Panah sudah berdiri unit percontohan. Pembangunan massal direncanakan akan dikebut setelah Lebaran Idulfitri 1447 H/2026 nanti.
Sambangi Korban Bencana di Sumatera, Kasatgas Tito dan Mensos Serahkan Bansos Tahap II Rp136 Miliar
Unit percontohan huntap itu berwarna putih, memiliki satu ruang utama, dua kamar tidur, dan satu kamar mandi. Penerangannya juga sudah memakai lampu LED. "Katanya habis Lebaran mulai dibangun. Kami berharap bisa cepat, supaya bisa langsung ditempati," kata Suryani, Selasa (17/3/2026).
Ia juga berterima kasih kepada pemerintah atas bantuan kebutuhan pokok seperti beras, minyak, dan mi instan selama masa pemulihan ini. Menurut data BNPB, huntap di Kecamatan Juli dibangun dengan skema in situ, yaitu di lokasi sekitar area bencana. Selain Juli, dua kecamatan lain di Bireuen yang akan dapat huntap skema serupa adalah Kecamatan Jangka dan Peudada.
Halaman Selanjutnya
“Kami (memang) ingin langsung huntap supaya tidak perlu pindah-pindah lagi,” ujar Suryani.