Iran Murka! Serangan Balasan untuk Larijani, 100 Sasaran Militer di Tel Aviv Diluluhlantakkan Rudal

Rabu, 18 Maret 2026 – 15:10 WIB

Iran, VIVA – Iran meningkatkan serangannya terhadap aset-aset Amerika Serikat di Timur Tengah dan Israel pada hari Rabu. Serangan ini dilakukan sebagai balasan atas meninggalnya kepala keamanan negara itu, Ali Larijani, dalam serangan hari Selasa yang lalu.


Intelijen AS Bocorkan Alasan Mengejutkan Ali Khamenei Ragukan Putranya Jadi Pemimpin Iran

Korps Garda Revolusi Islam Iran melaporkan bahwa rudal-rudal mereka telah menghantam lebih dari 100 target militer dan keamanan di wilayah inti Israel. Ini sebagai bentuk balas dendam atas kematian Larijani, putranya, dan seorang ajudan, menurut kantor berita semi-resmi Iran, Fars yang dikutip dari CNBC Internasional, Rabu 18 Maret 2026.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi kematian Ali Larijani, bersama putranya Morteza Larijani, kepala kantornya Alireza Bayat, serta beberapa pengawal, seperti dilaporkan Associated Press.


Perdana! Iran Gunakan Rudal Haj Qasem Serang AS-Israel

Dalam wawancara dengan Al Jazeera yang ditayangkan hari Selasa kemarin, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel belum menyadari kalau pemerintahan Iran tidak bergantung pada satu orang saja.

“Ada atau tidak adanya satu orang tidak mempengaruhi struktur ini,” katanya.


Menlu Iran: Kematian Ali Larijani Tak Goyahkan Kekuatan Pertahanan Teheran

Garda Revolusi Iran juga melancarkan serangan gabungan menggunakan drone dan rudal ke Tel Aviv serta beberapa wilayah di Israel bagian tengah. Dua orang dilaporkan meninggal dekat Tel Aviv karena serangan rudal Iran, menurut petugas darurat Israel pada Rabu pagi.

Iran juga meluncurkan beberapa drone yang membawa bahan peledak ke Kedutaan Besar AS di Baghdad, yang memicu sirene dan ledakan di sekitar kompleks diplomatik, menurut laporan Reuters. Secara terpisah, Teheran juga menembakkan proyektil dekat pangkalan udara Australia di Uni Emirat Arab, tapi Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan tidak ada korban luka dalam kejadian itu.

MEMBACA  Uni Eropa mempertimbangkan batas harga gas sementara untuk menanggapi perbedaan biaya dengan AS.

Rangkaian serangan ini terjadi setelah Israel menewaskan Larijani, yang menjabat sebagai kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, serta Gholamreza Soleimani, pemimpin milisi kuat yang bersekutu dengan Garda Revolusi, dalam serangan udara mematikan pada hari Selasa.

Ketegangan di Timur Tengah terus meluas sejak Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari, tanpa ada tanda-tanda penurunan. Suara ledakan juga terdengar di Doha pada Rabu pagi, menurut Reuters.

Halaman Selanjutnya

BMI, unit riset di bawah Fitch Solutions, menilai situasi ini kemungkinan akan berkembang menjadi eskalasi yang besar, mengingat meningkatnya aksi militer di kawasan. Mereka juga memperingatkan kemungkinan Teheran akan mengerahkan kelompok Houthi, organisasi militer berbasis di Yaman yang didukung Iran, jika kemampuan serangan Iran melemah dan jika ingin meningkatkan tekanan terhadap Amerika Serikat.

Tinggalkan komentar