Harga energi melonjak akibat perang Iran mengganggu pasokan, meningkatkan risiko bagi AS, Tiongkok, dan Eropa.
Perhatian semua tertuju pada Selat Hormuz.
Semakin lama selat itu tertutup, semakin besar kerusakan pada ekonomi global.
Iran terus memblokade kapal tanker yang mengangkut hampir 20 persen pasokan minyak dunia.
Gangguan ini kira-kira dua kali lipat lebih besar dibandingkan krisis energi pada era 1970-an.
Goncangan minyak besar secara historis telah mengakibatkan gejolak ekonomi yang signifikan, inflasi tinggi, stagnasi, dan resesi.
Harga minyak dan gas sudah meroket, dan perekonomian diproyeksikan melambat.
Dari konsumen Amerika, pabrik-pabrik di Tiongkok, hingga rumah tangga Eropa, masyarakat di seluruh dunia telah merasakan dampaknya.
Diterbitkan pada 17 Mar 2026
Klik untuk berbagi di media sosial Bagikan
Tambahkan Al Jazeera di Google