Krisis Bahan Bakar: Sri Lanka Terapkan Pembelian BBM Berjatah per Minggu

Selasa, 17 Maret 2026 – 16:31 WIB

Jakarta – Pemerintah Sri Lanka baru saja memberlakukan sistem jatah bahan bakar mingguan untuk kendaraan umum. Kebijakan ini muncul karena ada kekhawatiran tentang pasokan minyak dunia.

Sistem yang memakai kode QR ini sudah berjalan sejak Minggu, 15 Maret, seperti diberitakan media lokal Daily Mirror.

Aturan jatahnya adalah:

  • Mobil: 15 liter per minggu
  • Sepeda motor: 5 liter per minggu
  • Kendaraan roda tiga: 15 liter per minggu
  • Bus: 60 liter per minggu

    Masyarakat tidak bisa beli bahan bakar tanpa kode QR yang valid. Semua pemilik kendaraan juga harus mendaftar lewat situs web pemerintah. Menurut pemerintah, ini untuk cegah penimbunan dan kepanikan membeli, sekaligus jaga distribusi yang adil agar kegiatan ekonomi penting tetap jalan.

    Akibatnya, antrian panjang terlihat di banyak SPBU di Sri Lanka, terutama di hari pertama. Pejabat menyatakan, stok bensin saat ini cukup untuk 27 hari dan solar untuk 33 hari.

    Namun, asosiasi dokter pemerintah (GMOA) mengeluh. Mereka bilang jatah 15 liter untuk mobil tidak cukup bagi dokter yang harus sering merespons panggilan darurat dan tinggal jauh dari tempat kerja.

    Di sisi lain, kementerian energi Sri Lanka menjamin pasokan listrik tetap stabil. Mereka punya cukup bahan bakar untuk pembangkit listrik, ditambah dukungan dari pembangkit air dan surya.

    Sri Lanka juga sedang berusaha dapat pasokan bahan bakar tambahan dari India, Rusia, dan China melalui jalur diplomasi.

    Halaman Selanjutnya

    Sementara itu di Malaysia, pelaku industri pariwisata minta pemerintah beri subsidi bahan bakar sementara untuk operator transportasi wisata. Kenaikan harga BBM telah membuat biaya operasional mereka naik drastis.

MEMBACA  Penggunaan bahan bakar fosil, emisi mencapai rekor tertinggi pada tahun 2023, laporan industri menyatakan | Energi

Tinggalkan komentar