Drone Picu Kebakaran di Situs Minyak Uni Emirat Arab Saat Teluk Kian Terjepit dalam Konflik Iran

Pusat minyak Fujairah berulang kali menjadi sasaran drone Iran seiring berlanjutnya perang AS-Israel yang memicu ketidakstabilan di kawasan.

Dengarkan artikel ini | 3 menit

Diterbitkan Pada 17 Mar 2026

Serangan drone memicu kebakaran di Kawasan Industri Minyak Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA), seiring Iran melanjutkan serangan berkelanjutan terhadap negara-negara Teluk di tengah perang gabungan Amerika Serikat-Israel di wilayahnya lebih dari dua pekan lalu.

Kantor media pemerintah Fujairah pada Selasa menyatakan tidak ada korban jiwa akibat serangan terhadap fasilitas energi yang terletak sekitar 150km di timur Dubai itu.

Ini terjadi setelah kebakaran lain melanda pusat minyak Fujairah pada Sabtu, menyusul jatuhnya puing saat sebuah drone dicegat.

Otoritas Abu Dhabi juga melaporkan insiden terpisah terkait jatuhnya puing di area Baniyas, setelah sebuah rudal balistik dicegat oleh sistem pertahanan udara. Insiden tersebut mengakibatkan tewasnya seorang warga negara Pakistan, menurut kantor media Abu Dhabi.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan menyatakan pertahanan udara UEA berhasil menangkis rudal dan drone yang datang dari Iran, menyebabkan suara ledakan keras dan penutupan sementara ruang udara negara itu.

Iran berupaya membenarkan serangannya terhadap negara-negara Teluk dengan argumen bahwa keberadaan pangkalan militer AS di wilayah mereka menjadikan negara-negara tersebut target sah, setelah Israel dan AS melancarkan serangan udara gabungan ke Tehran pada 28 Februari.

Namun, infrastruktur sipil juga turut dihantam, termasuk landmark, bandara, pelabuhan, dan fasilitas minyak di seantero Teluk.

UEA, yang menormalisasi hubungan dengan Israel pada 2020, menanggung beban serangan terbanyak. Iran telah meluncurkan lebih dari 1.800 rudal dan drone ke UEA, jumlah yang melebihi negara sasaran lainnya dalam konflik ini.

Semua negara Arab Teluk terdampak, melaporkan lebih dari 2.000 serangan rudal dan drone sejak perang dimulai.

MEMBACA  Dana lindung beralih ke Korea Selatan untuk gelombang berikutnya dalam AI Oleh Reuters

Qatar, Arab Saudi, dan Kuwait juga mencegat drone dan rudal pada Selasa.

Kementerian Dalam Negeri Qatar menyatakan petugas Pertahanan Sipil menangani “kebakaran terbatas” di kawasan industri menyusul jatuhan serpihan dari rudal yang dicegat.

Peringatan keselamatan publik dikeluarkan di Qatar di tengah suara ledakan yang terdengar oleh warga di Doha. “Tidak ada luka-luka yang dicatat,” menurut keterangan kementerian di media sosial.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan dua drone berhasil dicegat dan dihancurkan di bagian timur negara itu. Sebelumnya, kementerian menyebut enam drone juga telah dihadang oleh pasukan Saudi di wilayah yang sama dan berhasil dimusnahkan.

Garda Nasional Kuwait (KNG) mengumumkan keberhasilan mencegat dua drone, tanpa merinci target atau lokasi serangan.

Dalam pernyataan bersama, negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mengecam “serangan Iran yang berdosa” pada Senin dan berjanji akan mempertahankan wilayah mereka.

Tinggalkan komentar