Jakarta (ANTARA) –
Indonesia mempercepat proyek gas Masela senilai US$20 miliar di Maluku setelah kesepakatan investasi penting, kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia pada Senin.
Bahlil menekankan bahwa pemerintah berkomitmen mengakhiri penundaan selama puluhan tahun di lapangan gas Abadi Masela, dengan target keputusan investasi akhir tahun ini. Beliau menemui CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda di Tokyo pada Minggu untuk mendorong percepatan proyek.
Proyek senilai US$20 miliar (Rp339 triliun) di Laut Arafura ini diharapkan menghasilkan 9 juta ton gas per tahun (MTPA), menjadi penggerak ekonomi utama untuk wilayah Indonesia timur, dan sumber energi penting masa depan untuk industri domestik.
Bahlil menyebutkan proyek ini telah mencapai 25 persen penyelesaian dan berencana memulai fase front-end engineering and design (FEED) pada kuartal kedua atau ketiga 2026, bersamaan dengan tender engineering, procurement, and construction (EPC).
“Kalau kita tunggu lebih lama lagi, akan butuh 27 tahun. Target saya tender EPC tahun ini, apalagi ini kampung halaman ibu saya,” ujar Bahlil, menekankan urgensi ini.
Untuk memastikan kepastian pasokan, Bahlil mengusulkan jika pembeli belum didapatkan pada April 2026, BUMN Danantara bisa membeli gasnya untuk mendukung program hilirisasi.
“Indonesia harus hadir bersama INPEX untuk memastikan operasional,” katanya.
CEO INPEX Ueda menegaskan komitmen perusahaan Jepang itu untuk mempercepat proyek.
“Setelah diskusi dengan menteri, tim kami semakin termotivasi untuk mempercepat Abadi Masela, proyek yang saya ikuti selama 12 tahun,” ucapnya.
Secara administratif, proyek ini maju dengan persetujuan kunci di awal 2026, termasuk izin lingkungan (AMDAL) pada 13 Februari dan pelepasan kawasan hutan di Januari. Kementerian terkait memberikan dukungan penuh agar mega-investasi ini tetap sesuai rencana.
Dengan dukungan penuh pemerintah dan percepatan birokrasi, Indonesia bertujuan membangun pusat energi hijau di Laut Arafura, dengan Bahlil menekankan bahwa jadwal proyek harus dipenuhi.
Berita terkait: Proyek gas Blok Masela resmi masuk tahap FEED
Berita terkait: Maluku dan Bappenas bahas pengembangan kawasan industri Blok Masela
Penerjemah: Kelik Dewanto, Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026