Selasa, 17 Maret 2026 – 06:39 WIB
VIVA – Israel akan mengirimkan Angkatan Lautnya ke Selat Hormuz, untuk mendukung upaya Amerika Serikat dalam membuka jalur utama pasokan minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Duta Besar Israel untuk PBB, Dany Danon, mengatakan bahwa Tel Aviv tidak mengesampingkan kemungkinan mengirim angkatan lautnya guna mendukung upaya AS membuka kembali Selat Hormuz. Danon berharap negara-negara lain juga melakukan hal yang sama, karena upaya ini diperlukan di tengah operasi militer bersama Amerika terhadap Iran.
“Saya tidak mengesampingkan apapun. Kami memahami pentingnya mendukung upaya Amerika dan ini harus menjadi upaya global,” kata Danon kepada wartawan pada Senin, menanggapi pertanyaan tentang kemungkinan pengiriman angkatan laut Israel.
Danon menekankan bahwa terhentinya navigasi di Selat Hormuz bukan hanya masalah bagi Israel dan AS. “Saya harap negara lain menyadari bahwa mereka tidak bisa bersembunyi,” ujarnya.
Pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Eskalasi konflik di sekitar Iran telah menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz. Jalur ini sangat penting untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia ke pasar global, sehingga mempengaruhi ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan kepada China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara lain untuk ikut mengirim kapal perang ke Selat Hormuz. Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei menyatakan bahwa Selat Hormuz harus tetap tertutup sebagai alat tekanan dalam konflik dengan Amerika dan Israel.
Di Tengah Konflik dan Krisis Ekonomi, Iran Naikkan Upah Minimum hingga 60 Persen
Menteri Tenaga Kerja Iran mengumumkan kenaikan upah minimum lebih dari 60 persen, dari 103 juta rial (sekitar Rp 1,3 juta) menjadi 166 juta rial (sekitar Rp 2,1 juta).
VIVA.co.id
17 Maret 2026