Qatar Serukan Iran Hentikan Serangan di Teluk, Desak Solusi Diplomatik

Artikel

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, menuduh Iran menyasar wilayah-wilayah sipil sembari menyerukan de-eskalasi.

Dengarkan artikel ini | 3 menit

Dipublikasikan Pada 16 Mar 2026

Qatar telah menyerukan Iran untuk segera menghentikan serangan terhadap negara-negara Teluk agar solusi diplomatik dapat dicari untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat dan Israel, yang telah memicu krisis energi global.

“Iran harus menghentikan serangan-serangan itu segera agar solusi diplomatik atas krisis ini dapat ditemukan,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Majed al-Ansari pada Senin, seraya menambahkan bahwa Teheran telah menyasar kawasan permukiman, situs-situs energi, dan Bandara Internasional Hamad.

“Iran menyerang negara-negara Teluk tanpa alasan apa pun dan harus menghentikan serangannya karena kami berada di luar konflik,” kata juru bicara itu dalam sebuah konferensi pers di ibu kota Qatar, Doha.

Iran telah menyasar aset-aset AS dan situs-situs sipil di negara-negara Teluk sejak AS dan Israel mulai membombardir Iran pada 28 Februari.

Serangan-serangan itu telah menewaskan lebih dari 1.400 orang di Iran serta merusak infrastruktur militer maupun sipil, termasuk rumah sakit, sekolah, bandara, dan pelabuhan laut.

Teheran juga telah meluncurkan sejumlah besar drone dan misil ke Israel, yang menewaskan sedikitnya 15 orang.

Qatar dan negara-negara Teluk lainnya telah mendesak Iran untuk menghentikan serangannya, dengan utusan Qatar untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa pekan lalu menggambarkan serangan itu sebagai pelanggaran hukum internasional dan Piagam PBB.

Dalam konferensi pers hari Senin, al-Ansari menyoroti bahwa sebuah media outlet Iran menyatakan situs-situs ekonomi dan sipil akan menjadi sasaran – pernyataan-pernyataan yang menurut sang juru bicara ditanggapi serius oleh Qatar.

“Menghentikan serangan-serangan ini memerlukan keputusan dari menteri luar negeri Iran, dan Qatar akan membela diri,” ujarnya. “Kontak-kontak masih berlangsung dengan negara-negara Teluk untuk memastikan de-eskalasi dan menghadapi serangan Iran.”

MEMBACA  Dua Tewas dalam Serangan Drone Israel di Lebanon Timur

Namun, dia menambahkan bahwa saat ini tidak ada mediasi antara AS dan Iran.

Iran Menyangkali Sebagian Serangan di Teluk

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Senin menyangkal bahwa Teheran berada di balik sebagian serangan yang menargetkan negara-negara Teluk, sembari menuduh AS dan Israel yang melancarkan beberapa serangan tersebut.

Dia mendesak pemerintah-pemerintah asing untuk menyelidiki.

“Mereka telah meniru sejumlah senjata yang digunakan Iran. Beberapa pihak menyatakan bahwa drone Iran bisa mencapai pesisir barat Amerika Serikat. Saya pastikan bahwa drone Iran tidak bisa menjangkau jarak sejauh itu,” katanya dalam sebuah konferensi pers.

Baghaei mengatakan semua “tuduhan palsu” ini dimaksudkan untuk membuka jalan bagi “operasi bendera palsu yang mereka rencanakan”.

Melaporkan dari ibu kota Iran, Teheran, jurnalis Al Jazeera Tohid Asadi menyatakan komentar Baghaei tentang AS dan Israel adalah “tuduhan serius”, seraya menambahkan bahwa Iran telah jelas mengenai bagaimana mereka akan merespons.

“Pihak Iran menyampaikan pesan yang tegas bahwa jika AS menyerang Iran, responsnya akan bersifat menghancurkan dan mencakup semua pangkalan militer AS di seluruh kawasan,” catatnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqhchi menyatakan kesiapan Teheran untuk melakukan penyelidikan bersama atas serangan-serangan terhadap negara-negara Teluk.

Tapi al-Ansari, juru bicara kemenlu Qatar, menolak tawaran penyelidikan bersama itu dengan berkata, “Iran harus menghentikan serangannya terhadap negara-negara yang tidak menargetkan wilayah Iran.”

Tinggalkan komentar