Jakarta (ANTARA) – Pemerintah mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan dengan menyiapkan 35 Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahun ini, menyusul potensi kemunculan awal fenomena El Niño.
Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menyatakan, untuk menghadapi kemungkinan musim kemarau yang lebih awal, kementeriannya bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta sektor swasta akan melakukan pembasahan lahan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
“OMC memerlukan anggaran yang besar dan harus dilaksanakan secara rutin. Makanya, kami sudah buat timeline yang memerlukan tidak kurang dari 35 operasi OMC di tahun ini,” ujarnya pada Senin.
Menurut Marzuki, jadwal OMC ini disusun setelah adanya peringatan dari BMKG mengenai musim kemarau tahun ini yang lebih kering dan panjang dibandingkan tahun 2025.
BMKG juga telah memperingatkan potensi kemunculan El Niño, yang sebelumnya diprakirakan terjadi pada 2027, namun kini diperkirakan mulai pertengahan 2026 dengan intensitas lemah hingga sedang.
Terkait anggaran, Marzuki mengatakan OMC akan dilaksanakan bekerja sama dengan BNPB dan melibatkan sektor swasta, khususnya pemegang Izin Usaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).
Sementara itu, Direktur Jenderal Penegakan Hutan Kementerian, Dwi Januanto Nugroho, menyebutkan bahwa mengingat kondisi El Niño yang berkepanjangan, operasi OMC dapat dijalankan efektif selama 10–12 hari dengan dua sorti atau penerbangan per hari. Anggaran per operasinya bisa mencapai Rp2,3–2,5 miliar.
Operasi akan dilaksanakan di wilayah administrasi provinsi, terutama di daerah-daerah yang selama ini rawan kebakaran hutan dan lahan.
“Setiap operasi akan mencakup satu wilayah administrasi provinsi, dengan fokus pada kabupaten dan kota tempat kebakaran hutan dan lahan skala besar pernah terjadi sebelumnya,” kata Nugroho.
Sebelumnya, BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Sumatra akan dimulai bertahap pada Mei di Aceh bagian utara, sebagian Sumatera Utara, Riau bagian tenggara, sebagian Jambi, Sumatera Selatan bagian tengah, dan Lampung.
Musim kemarau diperkirakan meluas pada Juni ke sebagian besar Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi bagian tengah, sebagian Bengkulu, dan Sumatera Selatan.
Berita terkait: Indonesia hadapi kebakaran besar di Kalimantan Barat
Berita terkait: Kebakaran di Riau meluas di lima wilayah, tiga lainnya mendingin
Berita terkait: Indonesia petakan daerah rawan api untuk tekan kebakaran hutan dan lahan
Penerjemah: Prisca Triferna, Resinta Sulistiyandari
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026