Di tengah perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, kami membahas dampaknya terhadap upaya diplomasi serta dukungan bagi Palestina.
Situasi yang sudah katastrofik di Gaza kian memburuk seiring berlangsungnya konflik Amerika Serikat dan Israel di Iran.
Hingga akhir bulan lalu, AS menyatakan rencana ambisius mereka untuk membangun kembali Gaza masih berjalan sesuai rencana.
Setelah dua tahun perang genosida Israel di jalur Gaza, perbatasan Rafah telah dibuka sebagian. Bantuan pangan terbatas diizinkan masuk dan sejumlah kecil orang dapat keluar-masuk Gaza.
Namun, semua itu terhenti ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran bulan lalu, mengalihkan perhatian dunia dari Palestina.
Jadi, apa implikasi semua ini bagi warga Palestina yang masih sangat membutuhkan bantuan? Serta bagaimana nasib upaya diplomatik untuk mempertahankan gencatan senjata yang rapuh?
Pemandu Acara: James Bays
Narasumber:
Abdulla Al-Etaibi – Asisten Profesor Urusan Internasional di Universitas Qatar
Mohammed Salah – Pendiri, LSM Tech From Palestine
Gordon Gray – Mantan Duta Besar AS serta Wakil Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Timur Dekat
Diterbitkan Pada 14 Mar 202614 Mar 2026
Klik di sini untuk membagikan di media sosial
share2
plus2google
Tambahkan Al Jazeera di Googleinfo