Dua Kapal India Lintasi Selat Hormuz Setelah Iran Izinkan Lalu Lintas | Berita Perang AS-Israel dengan Iran

Duta besar Iran untuk New Delhi menyatakan bahwa Tehran memberikan izin kepada sejumlah kapal India untuk melintasi Selat Hormuz sebagai pengecualian langka atas blokade tersebut.

Simak artikel ini | 2 menit

info

Diterbitkan Pada 14 Mar 202614 Mar 2026

Klik untuk membagikan di media sosial

share2

plus2googleTambahkan Al Jazeera di Googleinfo

New Delhi menyatakan dua kapal tanker berbendera India yang mengangkut liquefied petroleum gas (LPG) menuju pelabuhan di wilayah barat negara itu telah melintasi Selat Hormuz di Iran.

“Mereka melintasi Selat Hormuz dengan selamat dini hari tadi dan sedang dalam perjalanan ke India,” ujar Rajesh Kumar Sinha, sekretaris khusus Kementerian Pelabuhan, Perkapalan, dan Jalur Air, dalam sebuah konferensi pers di New Delhi pada Sabtu.

Rekomendasi Cerita

daftar 4 itemakhir daftar

Teheran sebagian besar telah menghentikan lalu lintas melalui rute laut kunci yang biasanya mengangkut seperlima pasokan minyak global sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran akhir bulan lalu.

Perang ini telah memicu kelangkaan kritis gas minyak di India, sebuah negara yang memiliki hubungan lama dengan Iran.

Juga pada Sabtu, Duta Besar Iran untuk India, Mohammad ⁠Fathali, mengatakan Tehran telah mengizinkan beberapa kapal India untuk melewati Selat Hormuz sebagai pengecualian langka dari blokade yang telah mengganggu pasokan energi global.

Fathali, yang berbicara dalam sebuah konklaf yang diselenggarakan oleh grup media India Today di ⁠New Delhi, tidak mengonfirmasi jumlah kapal yang telah diberikan jalur aman.

Sekitar 20 persen minyak dunia dan liquefied natural gas (LNG) angkutan laut diperdagangkan melalui Selat Hormuz. Iran menyatakan tidak akan mengizinkan pasokan untuk AS atau sekutunya untuk meninggalkan selat tersebut, tetapi India telah meminta pengecualian.

MEMBACA  Mengapa Putin Rusia dan Sharaa Syria Sepakat Bertemu Setelah Perang Satu Dekade

Perdana Menteri Narendra Modi pada Kamis menyatakan telah berbicara ⁠dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan membahas transit barang dan energi dari Teluk.

Minggu lalu, pemerintah India menggunakan kekuasaan darurat dan mengarahkan penyuling untuk memaksimalkan produksi LPG guna mencegah kekurangan bahan bakar memasak. Pemerintah memotong penjualan ke ⁠industri untuk menghindari kelangkaan bagi 333 juta rumah tangga dengan koneksi LPG.

India juga mendesak pengguna LPG untuk menghindari pembelian tabung secara panik dan beralih ke gas alam terpipakan jika memungkinkan.

Kementerian ⁠Perminyakan dan Gas Alam India mengatakan ⁠pada hari Sabtu bahwa mereka ⁠telah melarang konsumen dengan koneksi gas alam terpipakan (PNG) untuk ⁠mempertahankan, mendapatkan, atau mengisi ulang tabung LPG domestik berdasarkan perintah pasokan yang diamandemen.

⁠Amandemen tersebut juga melarang ⁠perusahaan minyak pemerintah untuk menyediakan koneksi LPG ⁠atau pengisian ulang ⁠kepada konsumen ⁠yang sudah memiliki koneksi PNG, demikian pernyataan kementerian ‌tersebut.

Tinggalkan komentar