Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia, bekerjasama dengan badan zakat dan filantropi, telah menghimpun dan mendistribusikan dua juta paket zakat fitrah—zakat wajib yang diberikan umat Islam sebelum Idul Fitri—senilai hampir Rp442 miliar.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menyoroti inisiatif ini saat berbicara di acara Ramadan di Jakarta, Kamis (12 Maret).
“Kegiatan ini adalah wujud kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, dan organisasi filantropi untuk memastikan bantuan sosial menjangkau lebih banyak masyarakat membutuhkan,” ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa inisiatif zakat ini menjadi pusat dari program Tebar Harapan Ramadhan (THR), yang berupaya memperkuat kolaborasi nasional dalam pengentasan kemiskinan melalui optimalisasi zakat dan dana filantropi lainnya.
Dalam program ini, tambahnya, pemerintah bekerja erat dengan 184 lembaga zakat dan 234 organisasi filantropi yang terdaftar di platform Indonesia Berdaya.
Iskandar menekankan bahwa sinergi lintas sektor sangat penting untuk memperkuat koordinasi strategis dan membuat pendistribusian zakat lebih terintegrasi dan berdampak bagi masyarakat.
Dia mencatat bahwa distribusi zakat fitrah dalam program THR difokuskan pada penerima di 168 kabupaten dan kota di delapan provinsi dengan tingkat kemiskinan ekstrem tinggi: Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Selatan, Lampung, dan Banten.
Selain itu, distribusi juga diharapkan meringankan beban korban bencana di provinsi Aceh dan Sumatera Barat.
Menteri itu menyampaikan harapan agar program ini tidak hanya untuk tujuan seremonial dan keagamaan, tetapi menjadi langkah konkret untuk memperkuat solidaritas sosial dan memberdayakan masyarakat.
“Melalui kolaborasi ini, kami bertujuan memastikan zakat tidak hanya sebagai bantuan sesaat, tetapi menjadi instrumen bagi kita semua untuk mengangkat dan memberdayakan masyarakat,” katanya.
Berita terkait: Baznas dan BPJPH jalin kerja sama kelola dana zakat dan halal
Berita terkait: Baznas bantu lebih dari 116.000 korban banjir dan longsor di Sumatera
Berita terkait: Kementerian dan Baznas bersinergi memberdayakan warga di daerah perbatasan
Penerjemah: Anita Permata, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026